BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Aklamasi, Dion Nahkodai PK KNPI Palabuhanratu

×

Aklamasi, Dion Nahkodai PK KNPI Palabuhanratu

Sebarkan artikel ini
ETAP SOLID Ketua PK KNPI Palabuhanratu, Dion Mustofa berjabat tangan dengan pesaingnya, Damar dalam acara Muscam PK KNPI Palabuhanratu VI di Gedung PKK Kabupaten Sukabumi, Jalan Siliwangi, Palabuhanratu

PALABUHANRATU,RADARSUKABUMI.com – Pesta demokrasi di Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Palabuhanratu berlangsung lancar. Dion Mustafa yang direkomendasikan oleh sembilan Organisasi Kepemudaan (OKP) itu akhirnya menang secara aklamasi. Damar yang menjadi rivalnya dinyatakan tidak lolos adminiatrasi, karena kekurangan rekomendasi.

“Kalau Sahbandar kan bukan OKP, jadi Damar hanya mendapat tiga rekomendasi. Sedangkan ketentuannya harus empat rekomendasi,” kata Pimpinan Sidang Musyawarah Kecamatan (Muscam) PK KNPI Palabuhanratu VI, Faizal Anwar kepada Radar Sukabumi, kemarin (1/7).

Bank bjb Tandamata

Dalam pelaksanaan Muscam itu, sempat terlihat gaduh antara dua kubu. Namun panitia berhasil meredam hingga Muscam kembali berlangsung.

Ketua PK KNPI Palabuhanratu terpilih, Dion Mustofa berencana akan melakukan pembenahan kepengurusan dan menjalankan visi dan misi yang ia gagas. “Saya akan melakukan koordinasi dengan lintas OKP dan elemen lainnya, makanya kami butuh arahan dari para senior agar roda organisasi ini bisa berjalan baik,” kata Dion.

Ia mengajak kepada rekan-rekannya untuk selalu memberikan contoh nyata ketimbang banyak bicara. Sehingga dalam membina insan pemuda yang bermartabat, pencipta, pengabdi berlandaskan intelektual dan moral. “Mudah-mudahan bisa mewujudkan pemuda yang paripurna dan berdaya guna,” timpalya.

Untuk rekomendasi, Dion mengklaim sudah mengantongi 42 rekomendasi dari OKP. “Kalau rekomendasi sudah 42 rekomendasi, tetapi yang didaftarkan ke panitia hanya sembilan saja,” ujarnya.

Ketua MPI KNPI Palabuhanratu, Perli Rijal menilai, pemilihan ketua PK KNPI bukanlah tujuan utama dalam agenda Muscam. Tetapi menurutnya, Muscam harus dijadikan ajang silaturahmi, evaluasi dan menentukan arah kebijakan pemuda di masa mendatang. “Kalau kepengurusan yang kemarin ada kekurangan, mari kita tutupi bersama oleh pengurus yang baru, kalau ada kegiatan yang bagus silahkan dilanjutkan.

Pemilihan ketua PK hanyalah bagian dari regenerasi agar roda organisasi ini selalu hidup dan berkembang,” pungkasnya.

(Den/d)