KABUPATEN SUKABUMI

30 Hektare Gagal Panen

×

30 Hektare Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

KEBONPEDES, RADARSUKABUMI.com – 10 hektare lahan pertanian padi di wilayah Desa/Kecamatan Kebonpedes, gagal panen.

Hal ini akibat saluran irigasi Sengkol, di Kampung Pasir Kambing, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja yang jebol setelah diterjang banjir bandang pada dua bulan lalu belum juga diperbaiki.

Kepala Desa Kebonpedes, Saepudin mengatakan, irigasi Sengkol selama ini digunakan warga untuk mengairi lahan pertanian di wilayah Desa Kebonpedes dan Desa Jambenenggang.

Namun semenjak irigasinya jebol, lahan pertanian warga banyak yang mengalami rusak hingga berujung pada gagal panen.

“Irigasi ini mengairi lahan pertanian seluas 30 hektare. 20 hektare diantaranya pesawahan di Desa Kebonpedes dan 10 hektare lainnya area pertanian di Desa Jambenenggang,” jelas Saepudin kepada Radar Sukabumi, kemarin (18/6).

Mengantisipasi kekeringan, sambung Saepudin, pemerintah Desa Kebonpedes bekerjasama dengan warga setempat mengambil air dari irigasi Sengkol Pasir Kambing dengan menggunakan mesin pompa air.

“Namun upaya kami tidak membuahkan hasil yang maksimal. Lantaran mesin pompa air tidak kuat mendistribusikan air ke lahan seluas 30 hektare. Ya, akibatnya pertanian di desa kami pada musim panen ini mengalami gagal panen,” tandasnya.

Kepala Desa Jambenenggang, Ojang Apandi mengatakan, irigasi Sengkol merupakan irigasi yang selalu dimanfaatkan warga dua desa yang ada di Kecamatan Kebonpedes untuk mengairi lahan pertaniannya.

Namun karena irigasi tersebut jebol, maka sebagian warga Desa Jambenenggang sementara waktu ini beralih dari padi ke tanaman palawija.

“Ini karena lahan pesawahan warga tidak terairi. Tanaman palawija ini tidak begitu membutuhkan air,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya berharap pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dapat segera memperbaiki saluran irigasi yang jebol tersebut.

Sehingga lahan pertanian di wilayahnya dapat dikelola secara maksimal.

“Sekitar 70 persen warga Desa Jambenenggang ini aktifitas sehari-harinya bertani. Untuk itu, saluran irigasi ini sangat bermanfaat bagi warga untuk mengairi lahan pertaniannya,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kebonpedes, Ali Iskandar mengatakan, pemerintah Kecamatan Kebonpedes sudah melaporkan mengenai kondisi tanggul saluran irigasi yang jebol tersebut kepada pimpinan daerah dan dinas terkait agar segera melakukan assessment tanggap bencana.

“Memang benar, irigasi ini merupakan akses utama warga untuk dapat mengairi lahan pertanainnya. Dan kami sudah ajukan kepada pemerintah daerah,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Ali mengaku akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan pemerintah Kecamatan Sukaraja.

“Supaya pengajuan kita sama dalam hal perbaikan irigasi ini,” pungkasnya.

(Den/d)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *