KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Yonif 310 Kenalkan Alat Pengolah Limbah Air

CIKEMBAR – Batalyon 310 Kidang Kencana (KK) di Desa/Kecamatan Cikembar, menggelar sosialisasi alat pengolahan limbah air kepada beberapa perusahaan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi di aula Batalyon 310 KK, Senin (21/10).

Komandan Batalyon Infanteri 310 Kidang Kancana, Letkol Inf Andik Siswanto mengatakan, sosialisasi teknologi alat pengolah limbah ini sangat bermanfaat untuk membersihkan limbah berbahaya yang mencemari lingkungan.

Terlebih lagi, kadar air yang ada di daerah Sukabumi banyak mengandung kapur. “Sosialisasi ini untuk memperkenalkan alat teknologi pengolahan air limbah menjadi air bersih siap minum,” jelas Andik kepada Radar Sukabumi, Senin (21/10).

Menurutnya, alat pengolahan limbah ini sangat dibutuhkan, dimana limbah berbahaya saat ini sudah merebak, terutama di daerah yang berada pada kawasan industri yang belum memiliki alat pengolahan limbah yang efektif.

“Bila ada perusahaan memiliki instalasi pengolahan air limbah tetapi belum efektif, dengan adanya alat ini Insya Allah air limbah tersebut bisa dinetralisir. Sehingga ketika dibuang ke sungai, tidak akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Bahkan, air limbahnya itu bisa dimanfaatkan warga untuk memasak atau mencuci,” akunya.

Air yang bisa diolah menggunakan alat ini, lanjut Andik, diantaranya air payo, air laut, air limbah dan air sungai. Sementara proses penjernihan hingga bisa dikonsumsi hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. “Alat pengolahan limbah air ini bermula dari Satgas Citarum Harum Jawa Barat.

Saat kita bertugas di Sumatera Selatan dan melakukan riset mengenai alat tersebut, Alhamdulillah kita langsung diminta Kementrian Lingkungan Hidup dan Dirjen B3 memaparkan teknologi ini,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Walikota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami mengatakan, pemerintah Kota Sukabumi mengapresiasi atas kreasi anak bangsa yang berhasil menciptakan teknologi pengolahan limbah air menjadi air yang siap konsumsi.

“Saya sudah mencoba minum air limbah yang dimasukan ke mesin itu. Iya, hasilnya cukup bagus dan tidak ada masalah,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya teknologi ini dapat membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Apalagi saat ini banyak pengolahan limbah pabrik yang tidak dikelola dengan baik, sehingga berpotensi terhadap pencemaran lingkungan.

“Kami akan komunikasikan dengan beberapa OPD di lingkungan pemerintah Kota Sukabumi, salah satunya PDAM. Mudah-mudahan, dengan adanya alat ini nanti bisa membantu PDAM dalam menyediakan air bersih,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Gelora Siswanti menilai, teknologi alat pengolahan limbah air ini sangat bermanfaat bagi warga Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi warga yang mengalami krisis air bersih seperti pada musim kemarau.

“Dengan adanya alat ini, kami rasa akan mampu mengolah air limbah menjadi air bersih, sehat dan laik konsumsi tanpa dimasak lagi. Apalagi bila ada kejadaian bencana alam, tentu alat ini sangat berguna dalam penyediaan air bersih,” pungkasnya. (Den/d)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *