KOTA SUKABUMISUKABUMI

Warga Kota Sukabumi Sambut Tahun Baru Hijriyah

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Tahun baru Islam 1441 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 1 September 2019 akan disambut meriah masyarakat Kota Sukabumi. Rencananya ribuan warga akan menggelar istighasah dan pawai obor pada momen pergantian tahun baru Islam tersebut.

Pawai yang merupakan rangkaian menyambut tahun baru Islam ini diawali dengan gerakan shalat Shubuh berjamaah di Masjid Agung Kota Sukabumi pada Jumat (30/8) pagi. Kegiatan rutinan tersebut dihadiri para pejabat Pemerintah Kota Sukabumi mulai dari Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, serta Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro.

“Warga akan menyambut tahun baru Islam dengan semarak dengan menggelar istighasah dan pawai obor berkeliling kota pada,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi.

Fahmi mengungkapkan, makna tahun baru Hijriyah ini adalah proses perbaikan diri, berpindah dari pikiran negatif ke positif, dari perkataan tidak baik menjadi baik, perilaku buruk menjadi sehat. Sebagai orang tua dan aparatur menjadi tokoh bagi masyarakat dan harus menjadi figur terbaik baik perbuatan, kalimatnya, dan ide-idenya dengan baik kepada masyarakat.

“Kota tidak akan menjadi religius bila tidak digiatkan hal-hal religius,” aku Fahmi.

Menjelang peringatan tahun baru Hijriyah, lanjut Fahmi, semua berkomitmen memperbaiki diri dan ingin Sukabumi sangat kondusif, aman, dan nyaman tetap bisa seperti saat ini. Selain itu berdoa untuk warga Papua dan cepat selesai masalah di sana.

Ia menambahkan, tahun baru Hijriyah dapat menjadi momen untuk mendapatkan kemudahan dan keberkahan dalam rangka amar maruf nahi munkar. ”Gebyarkan menyambut tahun baru Islam sebagai bentuk kebanggaan,” tambahnya. Pergantian hari dan waktu dalam kacamata Islam, mendapatkan perhatian luar biasa dari Allah yang menegaskan dalam ayat Alquran. Pada penciptaan langit dan bumi, serta pergantian waktu malam kepada siang menjadi tanda bagi orang yang berakal dan cerdas.

Sebabnya, kata Fahmi, pergantian hari, pekan dan bulan serta tahun menjadi salah satu indikator kecerdasan seseorang dalam pandangan Islam. Maknanya setiap pergantian waktu baik jam, hari, minggu bulan hinga tahun terjadi proses hijrah atau tidak dari seseorang.

(upi/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *