Bencana Alam KabSUKABUMI

Takut Isu Tsunami, Pantai Palabuhanratu Sukabumi Sepi Pengunjung

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Gempa dengan magnitudo 7,4 skala richter (SR) mengguncang Sukabumi serta semua daerah di Jawa Barat, Banten hingga Sumatera pada Jumat (2/8/2019) kemarin. Sempat dikeluarkan peringatan dini mengenai potensi tsunami, namun dua jam setelah BMKG mencabutnya.

Di Sukabumi, tepatnya kawasan Palabuhanratu, masyarakat sempat panik akibat adanya peringatan dini tsunami. Sampai-sampai mereka mengevakuasi diri dengan menjauhi pantai dan pergi ke tempat lebih tinggi.

Mengenai hal ini, Kepala operasional dan ESDM Balawisata Kabupaten Sukabumi Asep Edom menegaskan bahwa kondisi pantai Palabuhanratu hingga pukul 17.30 WIB Sabtu (3/8/2019) sore tadi terpantau aman terkendali.

“Alhamdulillah, pada pukul 17.30 WIB kondisi pantai dan angin terpantau normal. Aman dan terkendali lah,” kata Asep Edom kepada Radarsukabumi.com, Sabtu (3/8/2019).

Asep Edom juga mengatakan bahwa dari pagi hingga berakhirnya jam operasional, tidak terlihat satupun pengunjung atau wisatawan. Hal serupa terjadi di 16 pos.

“Pengunjung sepi, tidak ada satupun pengunjung. Informasi dari 16 pos laporan aman tidak ada terjadi kecelakaan laut karena tamunya tidak ada,” ujar Asep.

Asep menduga hal ini dikarenakan efek gempa yang berpusat di Sumur-Banten yang berpotensi terjadinya tsunami. Sehingga diperkirakan wisatawan takut untuk mendatangi pantai.

“Sepertinya takut karena adanya tsunami, jadinya gak ada satupun ke pantai,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan bahwa kondisi dan situasi dari tiap kecamatan yang berada di pesisir pantai hingga saat ini terpantau aman dan terkendali.

“Masyarakat diharapkan tetap siaga dan tidak mudah terprovokasi berita dari informasi yang tidak jelas,” pesannya.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *