KOTA SUKABUMISUKABUMI

Soal Ganti Rugi Mati Listrik, Begini Penjelasan PLN Sukabumi

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – PT PLN (Persero) berjanji akan membayar kompensasi atau ganti rugi akibat pemadaman listrik secara masif yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu. Memang belum ada angka pasti besaran prosentase kompensasinya, namun diperkirakan antara 20 hingga 30 persen.

“Akibat terjadinya pemadaman listrik ini kami bertanggung dan akan memberikan kompensasi terhadap pelanggan yang terdampak,” kata Plt Dirut PT PLN Sripeni Inten Cahyani kepada media.

Lantas, bagaimana penjelasan kongkretnya? Kepada Radarsukabumi.com, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi pun mencoba menjelaskan mengenai ganti rugi blackout tersebut.

Manajer Bagian Jaringan PLN UP3 Sukabumi Heri Ginanjar mengatakan, pada prinsipnya mereka masih menunggu instruksi resmi dari PLN pusat.

“Ya kami masih menunggu resminya nanti bagaimana soal kompensasi mati listrik ini,” kata Heri kepada Radarsukabumi.com, Kamis (8/8/2019).

Adapun sedikit gambaran tentang pemberian ganti rugi, kata Heri, pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu. Sistem nanti akan mendata id pelanggan di daerah yang terdampak mati listrik masif tersebut.

“Setelah id pelanggan di data, mungkin baru bisa dilakukan pemberian kompensasi atau ganti rugi yang dimaksud,” ujar Heri.

Dijelaskan, besaran kompensasi mengacu pada Peraturan Menteri ESMD Nomor 27 tahun 2017 dimana
untuk pelanggan tarif subsidi sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum. Sedangkan untuk pelanggan tarif adjustment sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum.

“Jadi kompensasi yang diterima yaitu dari biaya beban atau rekening minimum, bukan dari biaya pemakaian pemakaian listrik secara keseluruhan,” jelas Heri.

Khusus untuk pelanggan prabayar atau token, akan mendapatkan tambahan dari besaran kompensasi pada transaksi pembelian token listrik.

“Dan untuk yang token, hanya berlaku sekali saja sejak kompensasi diterapkan. Jadi gak bisa digunakan berkali-kali. Sebab nanti sistem yang mendata id pelanggan akan membacanya,” pungkas Heri.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *