POLITIKSUKABUMI

Prabowo Jadi Menteri, Heri Gunawan Ungkap 3 Kisah Pemimpin Dunia

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Ketua DPP Partai Gerindra Heri Gunawan memahami masih banyak pihak yang merasa kurang puas dengan bergabungnya Prabowo Subianto ke dalam Kabinet Indonesia Maju 2019 – 2024 sebagai Menteri Pertahanan.

Selain Prabowo, ada juga kader Gerindra yang menjadi menteri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, yakni juga Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Menanggapi hal ini, Heri Gunawan pun menceritakan tiga kisah pemimpinan dunia dari tiga negara berbeda. Kisah tersebut memiliki satu pesan bahwa dua tokoh besar yang bersaing dapat bersatu karena kesamaan visi untuk membangun negara.

“Pertama, adalah kisah mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln dan William Seward,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI kepada Radarsukabumi.com, Kamis (24/10/2019).

Seward, kata Heri Gunawan, adalah orang tidak menyukai Lincoln sampai mengatainya monyet. Namun mengejutkan, Seward mau bergabung menjadi bagian dari kabinet presiden Lincoln.

Bahkan Lincoln memberikan jabatan orang ketiga terkuat di Amerika. Jawaban Lincoln membuka mata pendukungnya, dan Seward. Ada satu hal yang tidak bisa dibantahkan yakni antara Lincoln dan Seward memiliki kecintaan luar biasa kepada bangsa dan negara. “Dan saya butuh masukan bukan asal bapak senang, saya butuh anda sebagai orang terdekat dengan saya,” ujar Heri mengulas kisah tersebut.

Kisah kedua dari Jepang antara Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu. Kedua panglima perang itu siap perang. Namun, akhirnya bertemu dan bersatu karena kecintaan terhadap negara dan menghindari keterbelahan. “Kenapa kita tidak bersepakat untuk tidak berperang besok, untuk diselesaikan dalam bentuk perundingan,” tutur Heri.

Kisah ketiga adalah kisah pendiri Republik Rakyat Tiongkok, Mao Tze Dong dengan Deng Xao Ping. Kisah pertikaian kedua tokoh di masa lalu tidak dihiraukan untuk melihat masa depan. “Mao bilang jangan bicarakan masa lalu. Deng juga setuju jangan bicarakan masa lalu. Kita melihat ke depan RRT yang kuat,” ucap Heri.

Dari ketiga kisah tersebut, pesan yang ingin disampaikan legislator Senayan asal Sukabumi, bahwa Prabowo adalah sosok negarawan sejati yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara Indonsia.

“Terlepas dari rasa kecewa atau apapun itu, saat Pak Prabowo memakai kemeja putih, untuk menjadi menteri cuma 5 tahun, tapi ia bisa saja dicerca di sepanjang hidupnya. Ia memilih dicerca, daripada melihat merah putih terkoyak-koyak hanya karena perbedaan politik, seketika tensi politik langsung turun drastis,” ungkap dia.

Dalam setiap pertemuan, ulas Heri, Prabowo selalu menyampaikan bahwa dia terlahir dari TNI dan kemudian menjadi seorang jenderal. Atas hal inilah yang membuat Prabowo tidak ingin membiarkan bangsa dan negara Indonesia menjadi medan pertempuran bagi sesama anak bangsa.

“Meskipun saya harus menjadi tumbal. Kita akan langka menemukan ada orang begitu di Republik ini. Percayalah, kita sedang dipertontonkan sikap kenegarawanan yang dulu cuma ada di buku PPKN. Begitu kata Pak Prabowo,” ujar Heri Gunawan menirukan pernyataan Prabowo.

Heri Gunawan berpendapat bahwa barisan oposisi paling besar, paling kuat dan paling berdaulat adalah rakyat. Untuk itu, dia mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk dapat mengawal semua kebijakan pemerintah periode lima tahun ke depan.

“Mari kita berdemokrasi, bahkan kalau perlu berdemonstrasi, agar pemerintah tetap bekerja pada jalur yang benar. Mari bersama kita kawal agar negeri gemah ripah loh jinawi ini menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” serunya.

“Mari kita sudahi mencaci maki Pak Prabowo. Mata yang memandang, tidaklah sama dengan bahu yang memikul. Dalamnya lautan, tak akan sebanding dengan dalamnya hati seorang anak bangsa. Kita masing-masing harus punya cara, meski mungkin akan berbeda-beda tapi untuk satu hal yang sama, mencintai Indonesia dengan sepenuh hati, Karena di sinilah kita hidup dan akan mati. Selamat bekerja untuk Kabinet Indonesia Maju,” pungkasnya.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *