KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Honorer Tak Kepincut PPPK

SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi akhirnya membuka kesempatan bagi honorer kategori II  supaya ikut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) fase pertama.

Rencananya, pembukaan akan dimulai pada Sabtu (16/2) mendatang. Namun demikian, forum guru honorer mengaku tidak tertarik dengan adanya PPPK ini.

Radar Sukabumi, saat ini jumlah tenaga honorer di Kabupaten Sukabumi sebanyak 1.254 orang. Jumlah itu terdiri dari 1.159 tenaga pendidik, 41 tenaga medis dan 54 orang tenaga penyuluh pertanian. Namun demikian, belum diketahui berapa formasi yang akan diberikan pemerintah pusat untuk pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Kami baru menerima petunjuk pelaksanaannya, Insya Allah pada tanggal 16 mulai kami buka sesuai dengan jadwal dari pusat,” ujar Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Pegawai (PPIP) BKPSDM, Wasria kepada Radar Sukabumi, kemarin (14/2).

Diakui Wasriya, jauh hari sebelumnya pihaknya sudah mendengar akan dibukanya perekrutan PPPK oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Namun ia belum bisa menyampaikan kepada publik karena petunjuk pelaksanaan perekrutan ini belum diterimanya. “Ini petunjuknya saja baru kami terima sore tadi. Memang kalau informasi PPPK ini sudah jauh hari, tapi Juklaknya baru kami terima. Tentu kami dalam membuka ini harus ada petunjuknya, tidak bisa gegabah,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan perekrutan PPPK ini, lanjut Wasriya, soal formasi berbeda dengan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Artinya, formasi PPPK akan diketahui setelah ujian selesai dilaksanakan.

“Jadi soal PPPK ini, kami belum mengetahui jumlah formasinya. Jadi semua kategori II akan diuji dulu, setelah itu baru ke luar formasi. Kalau CPNS sebelumnya juga sudah diketahui formasinya,” jelasnya.

Wasriya memastikan, seluruh pelaksanaan perekrutan PPPK ini akan berjalan sesuai dengan arahan. Artinya transparansi dan akuntabilitas akan tetap dijunjung tinggi oleh panitia seleksi. “Kami tidak akan tutup-tutupi, semua akan transparan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Guru Honorer Kecamatan Kadudampit, Kris Dwi Purnomo mengaku tidak tertarik ikut dalam perekrutan PPPK ini. Pasalnya, yang diperjuangkan ia dan kawan-kawan lain ialah bisa menjadi PNS. “Temanteman honorer lebih fokus dengan perjuangannya yakni menjadi CPNS. Kami tidak tertarik dengan adanya PPPK ini,” aku Kris.

Apalagi sambung dia, keterlambatan informasi bukan hanya terjadi di Kabupaten Sukabumi, tetapi juga sama terjadi di daerah lainnya.

“Terpenting bagi kami kedepan ialah kesejahtraan honorer bisa lebih diprioritaskan,” pungkasnya. (Bam/d)

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button