Hipotesis Andani itu didasarkan pada penyebaran varian Delta yang sangat cepat. “Bulan Juni-Juli adalah penyebaran varian Delta terbesar,” ujar Andani. “Di satu nagari di Sumbar, 75 persen penduduknya demam,” katanya.
Bisa jadi secara tidak dirasakan berat, 50 sampai 60 persen penduduk sudah terkena varian D. “Sekali lagi, itu baru hipotesis. Juga khusus untuk varian D,’ ujar Andani. Itu berarti terbentuknya herd immunity yang ia maksud juga herd immunity khusus varian Delta.
Yang tetap harus di dicermati adalah jangan sampai masuk varian lain yang lebih mematikan. Tingkat kematian varian D hanya 2-3 persen. Itu lebih rendah dari TBC yang sampai 5 persen.
Yang tetap harus di dicermati adalah jangan sampai masuk varian lain yang lebih mematikan. Tingkat kematian varian D hanya 2-3 persen. Itu lebih rendah dari TBC yang sampai 5 persen. Covid-19 tidak ke mana-mana.
Juga belum ke mana-mana. Kepastian angka juga masih menduga-duga. Berarti: harus tetap waspada.
Setidaknya kita sudah menemukan satu jalan untuk satu jenis ‘balas dendam”: fraksinasi plasma.




