Prabowo Dianugerahi Gelar Jenderal Kehormatan dari Presiden Jokowi, Hergun: Saya Bangga

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua DPP Partai Gerindra Heri Gunawan, dalam suatu kesempatan

SUKABUMI – Ketua DPP Partai Gerindra Heri Gunawan merasa bangga terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang meraih gelar Jenderal Kehormatan dari Presiden RI Joko Widodo. Ya, Ketua Umum Partai Gerindra itu kini resmi mendapatkan empat bintang.

Prabowo dianggap sebagai tokoh yang berjasa di bidang pertahanan dan keamanan. Menurut pria yang akrab disapa Hergun, wacana pemberian gelar Jenderal Kehormatan itu telah diwacanakan sejak 2019 lalu atau tepatnya ketika masa awal Prabowo menjadi Menhan.

“Saya bangga dan merasa terhormat sampai detik ini berjuang bersama Pak Prabowo. Wacana itu sudah ada dan di tahun 2022 Pak Prabowo itu juga menerima anugerah Bintang Yudha Dharma Utama,” kata Heri Gunawan kepada Radar Sukabumi, pada Kamis (29/02).

Kontribusi Prabowo terhadap dunia militer Indonesia, kata Hergun, dianggap besar. Diantaranya bisa melakukan negosiasi untuk mendapatkan alutsista. Prabowo juga dianggap berhasil mendapatkan atau memperluas akademi militer.

“Bahkan, terakhir ini ada 25 rumah sakit TNI yang dimodernisasi, kalau menurut saya termasuk SMA Taruna Nusantara termasuk ada Komcat,” beber anggota DPR RI dari Partai Gerindra.

Seban itu, Hergun menilai bahwa Prabowo dianggap memiliki dan telah memberikan kontribusi dan dedikasinya untuk TNI. Terlebih lagi, pada Undang-Undang Dasar Pasal 10, bahwa panglima TNI dan Polri ini, dipegang oleh Presiden.

“Karena Pak Prabowo dengan dedikasi seperti itu, maka tidak kita ragukan lah dedikasi terkait masalah berbicara TNI dan Polri, terus kan yang namanya pemberian Bintang Yudha ini tidak serta merta diberikan begitu saja, tanda jasa ini ada aturan mainnya terkait Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009. Jadi melalui verifikasi dulu tuh, baru bisa berikan inilah ya dapat bintang jasa atau tidak,” tandasnya.

Caleg petahan DPR RI Dapil Jabar IV ini menjelaskan, Presiden Jokowi tidak serta merta memberikan penganugrahan tersebut kepada Prabowo. Namun, hal ini selain sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Juga, telah melalui beberapa tahapan dan verivikasi.

“Iya, itu kan jenderal kehormatan bintang 4 dan ini pernah dilakukan sebelumnya, ada pak SBY, Pak Luhut, Pak Sudirman, kalau gak salah dulu itu ada banyak kok, itu pernah dilakukan. Jadi kalau menurut saya sih, ini tidak perlu diperdebatkan lagi, karena sudah sesuai dengan undang-undang dan sesuai dengan aturan main,” ujar Hergun.

“Pertama aturan main tentang panglima tertinggi, ya haknya Presiden seperti dia mengangkat Menteri kan prerogatif dia sebagai panglima tertinggi. Nah, yang kedua terkait pemberian tanda jasa itu kan ada undang-undang nomor 10 dan pemberian yang dilakukan oleh Pak Jokowi ini kepada Pak Prabowo, tentunya sudah melalui verifikasi dan pertimbangan yang matang, dan tidak serta merta begitu saja. Kalau toh sekarang dilakukan, ya mungkin memang momennya aja,” pungkasnya. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *