Pilkada Kabupaten SukabumiPolitik Kabupaten Sukabumi

Taget Menang Terhormat, Golkar Hati-Hati Untuk Deklarasi

SUKABUMI — Sampai saat ini Golkar masih berhati-hati memastikan siapa wakil dari bakal calon petahana Marwan Hamami, kehati-hatian itu didasari atas arahan DPD Golkar Jawa Barat yang mengharuskan menang dengan terhormat.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi Budi Azhar, menurutnya sampai saat ini langkah komunikasi yang dilakukan oleh Golkar masih dinamis, namun tentunya masih dengan partai yang dibicarakan dikalangan politikus seperti dengan PKS, Demokrat dan PAN.

“Gini, yang namanya koalisi kan harus ada dari izin DPD dan DPP, jadi kita belum menerima itu. Kami masih hati-hati untuk menentukan sikap, pasalnya kan kalau secara Bupatinya Golkar sudah ada, tinggal calon partai koalisi mau atau tidak dengan Pak Marwan, ketika sudah sepakat baru menentukan siapa wakilnya dan itu perlu atas keputusan bersama dengan hasil pembicaraan partai koalisi nantinya, “terang Budi saat dihubungi Radar Sukabumi, Jumat (03/07).

Dalam menentukan wakil Marwan tentunya harus dilihat daya dombraknya seperti apa untuk menambah daya genjotan yang sudah dilakukan Marwan saat ini.

Makanya, sebelum itu Golkar akan menyamakan persepsi sejalan sepemikiran dengan calon parpol koalisi sebelum menentukan pendampingnya.

“Ya memang, kalau dilapangan banyak beredar disandingkan dengan Sekda Iyos, tapi itu kan belum ada restu. Intinya kita sedang mencari yang terbaik dari yang terbaik pendamping pak Marwan itu, entah nantinya dari kalangan berokrasi, politikus atau pengusaha kita masih menunggu hasil pembicaraan dengan calon parpol koalisi, “jelasnya.

Sebetulnya, para calon partai koalisi juga masing-masing menawarkan kadernya untuk mendampingi, namun Golkar akan melakukan beberapa kajian apakah dari kalangan parpol atau dari kalangan birokrat.

Menurutnya, dalam menentukan sikap tentunya harus berfikir matang dan berdasarkan perhitungan.

“Deklrasi itu bisa saja kalau kebijakan dipegang di wilayah, ini kan yang memutuskan DPP. Kita deklarasi ternyata DPP tidak merestui pasti bubar.

Kita tidak mau seperti itu, kita akan deklrasi setelah semuanya jelas dan sepakat.

Ya kemungkinan detik-detik terakhir, namun sebagai kader didaerah ingin secepatnya, tetapi DPP yang memutuskan kapan ada kepastian itu, “tukasnya. (hnd)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button