Kampus

Kembali Jadi Rektor UMMI, Tiga Program Ungulan Sakti Alamsyah

SUKABUMI – Sakti Alamsyah kembali dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) periode 2019-2023. Sebelumnya, Sakti Alamsyah juga menjabat sebagai Rektor UMMI pada periode 2015-2019.

Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr Edy Suandi Hamid di Auditorium UMMI Jalan R Syamsudin, Cikole, Kota Sukabumi, Senin (4/11).

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri sederet pejabat penting Kota Sukabumi seperti Walikota Sukabumi Achmad Fahmi beserta wakilnya Andri Hamami. Dikatakan Fahmi, kembali terpilihnya Sakti Alamsyah sebagai Rektor UMMI untuk kedua kalinya ini diharapkan dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kota Sukabumi.

UMMI terang Fahmi, berdiri tegak bukan hanya mencerdaskan secara intelektual namun menciptakan kader terbaik nilai keislaman, keindonesiaan, dan kecendiakawanan. Ketiga hal ini akan lahir dari kampus ini. Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi juga menyadari pembangunan tidak hanya dapat dilakukan pemda sendiri dan mengedepankan konsep Pentahelix, yakni kolaborasi dan sinergitas dalam percepatan pembangunan.

Dalam Pentahelix terdapat unsur akademisi, bisnis, community, government, dan media (ABCGM). Hal ini menunjukkan akademisi pilar pertama tulang punggung pembangunan di daerah.

”Kami berharap dengan rektor baru, UMMI menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan pembangunan di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi,” ujar Fahmi kepada Radar Sukabumi.

Ia ingin UMMI mampu mewujudkan kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah dengan perguruan tinggi. Unsur Forkopimda kata Fahmi mengucapkan selamat kepada Rektor UMMI.

“Mari bangun Sukabumi kita bukan Sukabumi saya mereka, anda dan kalian. Intinya Sukabumi dibangun dengan nilai kebersamaan persaudaraan dan hilangkan sekat perbedaan politik, ekonomi karena persamaan jauh lebih banyak,” ajaknya.

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Edy Suandi Hamid yang hadir di acara pelantikan itu mengatakan, empat tahun ke depan UMMI membangun jaringan dengan pemda harus lebih kuat. Kehadirannya positif dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dan masyarakat.

“Saya harap ke depan UMMI di tangan Sakti Alamsyah bisa memegang amanah, lantaran dua kali dipercaya menjadi Rektor UMMI,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UMMI Sakti Alamsyah menyampaikan terima kasih kepada pihak yayasan dan segenap senat akademik UMMI atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya selama empat tahun ke depan.

“Tentu ini adalah amanah yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya agar UMMI lebih baik lagi ke depan,” kata Sakti saat ditemui Radar Sukabumi usai pelantikan.

Ia pun memaparkan rencana jangka panjang yang akan dilakukan.

Salah satunya pengembangan dan penguatan SDM, pendidikan dosen, satu orang Prodi lanjut S3, di mana dibiayai sebagian oleh kampus. Dikatakannya sesuai dengan visi UMMI yaitu mengedepan keilmuan dan keislaman dalam menjawab tantangan zaman yang makin kompleks.

Selama masa jabatannya empat tahun belakang, Kampus Ummi telah membawa perubahan yang cukup besar salah satunya melaksanakan kelas internasional serta meningkatkan kualitas pengajarnya.

“Di periode kedua ini target saya adalah menuntaskan visi universitas, salah satu visi universitas adalah unggul keilmuan dan keislaman. Unggul dalam keilmuan tidak terlepas dari kualitas SDM universitas,” tuturnya.

Oleh karena itu, ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan yakni dalam rangka mencapai akreditasi prodi dan akreditasi intitusi. “Yang mana kami targetkan pada 2022 mencapai akreditasi A,” ucap Sakti.

Untuk mencapai target, perlu adanya perjuangan dan upaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas universitas.

Pertama adalah peningkatan sumber daya manusia. “Target kami UMMI adalah standar dosen minimal adalah S3, sehingga ke depan pada 2021-2022 harapan kami dosen yang bergelar doktor sudah bisa mencapai 62 orang. Jadi kurang lebih mencapai 34 persen,” ulasnya.

Namun pada akhir masa jabatannya kemarin, ternyata dosen yang telah menyelesaikan gelar S3-nya sudah mencapai 50 persen. Sehingga kebutuhan untuk mencapai akreditasi A dengan 60 persen gelar doktor yang mengajar di UMMI, target untuk mencapai akreditasi A bisa tercapai.

Kedua mengenai riset dosen dilaksanakan oleh dosen UMMI harus mengacu ada proses pemberdayaan masyarakat. Oleh karenanya dalam riset dosen, pihaknya seringkali menggandeng pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi, sehingga riset yang kami laksanakan nanti dibutuhkan oleh pemda bagaimana kepala dinas yakni memberdayakan potensi masyarakat dengan menggunakan rujukan hasil riset dosennya.

Oleh karena itu riset dosen harus benar-benar dijurnal harus dipublis.”Kalau jurnal nasional harus terakreditasi, sementara jika jurnalnya internasional maka jurnal tersebut harus terindek fokus. Maka dari itu, dari sisi kualitas jurnal kami betul-betul mengedepankan supaya dapat divisitasi oleh para peneliti,” terangnya.

Ketiga yaitu selama ini UMMI bekerjasama dengan internasional yang saat ini sudah ada 18 negara yang sudah bekerjasama, sembilan negara diantaranya sudah melakukan action dalam bentuk KKN internasional, magang internasional dan pertukaran mahasiswa dan dosen luar negeri. Untuk pertukaran mahasiswa dan dosen internasional dibagi dalam dua bentuk yakni akademik dan non akademik.

Bentuk akademik diantaranya kelas internasional yang programnya joint degree dan double degree, sementara untuk non akademik programnya KKN internasional dan itu semua sedang dilaksanakan pihaknya.

Terutama untuk pertukaran mahahasiswa dan dosen secara akademik dan non akademik seperti menggelar joint seminar serta joint research sudah dilaksanakan dengan negara-negara lain. Oleh karena itu, mudah-mudahan ini menjadi daya dorong untuk meningkatkan akreditasi universitas kedepan dalam mencapai A. (wdy)

Tags

Tinggalkan Balasan