Kampus

Internasionalisasi Dorong UMMI Makin Berkualitas

Kenalkan Sistem Pendidikan di Tiga Negara

SUKABUMI – Menghadapi globalisasi, penting bagi perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melakukan internasionalisasi. Melalui upaya internasionalisasi, kualitas dan reputasi perguruan tinggi pun dapat terdorong untuk menjadi lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UMMI, Saprudin dalam Seminar Internasional “Education System in 3 Countries” yang berlangsung di Auditorium UMMI, Kamis (13/2).

“UMMI sangat konsen pada pendidikan, seminar ini memberi pengetahuan dan wawasan tentang pendidikan di Kamboja dan Malaysia bagi para mahasiswa dan dosen, dalam upaya mewujudkan visi misi UMMI yang unggul dalam keilmuan dan keislaman serta internasionalisasi UMMI sekaligus untuk meningkatkan daya saing UMMI di dunia internasional,” ujar Kepala KUI UMMI, Saprudin kepada Radar Sukabumi, Kamis (13/2).

Kegiatan tersebut diikuti 150 peserta mulai dari mahasiswa, guru hingga dosen. “Alhamdulillah kegiatan ini dihadiri penuh oleh dosen, mahasiswi, dan ada juga dari luar gugu-guru, UMMI sangat konsen dengan kegiatan ini, apalagi persyaratan internasional itu tiga negara,” paparnya.

Menurut Saprudin, seminar internasional tersebut dirangkaikan dengan Melayu Day yang sudah dilaksanakan seminggu yang lalu dengan peserta Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunai. Hanya di UMMI tiga negara saja, tidak ada Brunei.

“Sengaja kami pilih tema tentang pendidikan di seminar ini, karena ingin memberi gambaran bagaimana sistem pendidikan di Malaysia, Kamboja dan Indonesia,” paparnya.

Seminar internasional ini juga dihadiri Rektor UMMI Sakti Alamsyah, para narasumber yakni Prof. Mohamad Zain Musa dari Kamboja, Dato’ Wan Mohamad. Dato Sheikh Abd Aziz dari Malaysia, dan Reni Sukmawani dari Indonesia.

“Sudah menjadi tuntutan di era global apalagi dengan akredasi yang baru nilai internasional kampus dosen maupun mahasiswa sangat tinggi, UMMI dalam rangka persiapan aktredasi A untuk beberapa tahun kedepan sekian persen kegiatan ini untuk internasionalisasi,” imbuhnya.

Di UMMI sendiri, kegiatan ini sudah berjalan sejak 2016. Bahkan sudah memiliki mahasiswa asing, mulai dari full kuliah sampai short program.

“Maka dari itu UMMI fokus dan konsen dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Kota Sukabumi,  dan mungkin kedepannya bisa bekerja sama dengan pihak dinas pendidikan kota maupun kabupaten dan juga bisa mengundang universitas-universitas lain,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor UMMI Sakti Alamsyah menambahkan, ke depan program Internasional di UMMI bakal ditambah. “Ya seperti KKN-PPL Internasional di Kamboja misalnya,” pungkasnya. (cr1/t

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button