Seperti Sumpah Pemuda, di mana para mahasiswa yang ada di Belanda membentuk Perhimpunan Indonesia (PI), lalu menyebarkan pamflet-pamflet kritik terhadap kolonialisme kala itu, meski dengan segala keterbatasan.
“Walaupun tiga bulan baru nyampe (pamflet-pamflet) karena mesti pakai kapal laut. Tapi inspirasi itu selalu datang dari sejarah,” ungkapnya.
“Dan enggak ada misalnya, mahasiswa yang enggak ngerti bahwa sejarah bangsa ini adalah sejarah perjuangan anak muda, kan itu intinya,” demikian Rocky Gerung.






