Menurut kapolres, saat melakukan aksi bejatnya, pelaku berdalih sedang menggambar lukisan pada tubuh para korban. Tersangka menyebutkan lukisan tersebut akan membuat korban bisa lancar menari.
“Secara logika, hal itu enggak masuk akal. Kalau pengin bisa menari, ya, dengan latihan,” ucapnya.
Hingga saat ini, korban pencabulan dan persetubuhan diketahui berjumlah tujuh orang dan rata-rata berusia 12-15 tahun. Mereka kini sedang menjalani trauma healing.
“Tidak ada yang hamil dari para korban. Dari tujuh anak yang dicabuli, enam di antaranya yang disetubuhi,” ucap Kombes Budi. (jpnn)






