Fajar menekankan bahwa pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial. “Pesantren bukan cuma tempat belajar agama. Harus bisa bikin yang miskin jadi maju, yang nganggur jadi kerja,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja, untuk berkolaborasi memperluas program serupa bagi masyarakat umum melalui LPK Al-Fath. “Lulusan umum juga bisa ikut, meski tanpa beasiswa penuh. Tujuannya sama: memberdayakan anak bangsa agar mandiri dan berdaya saing global,” tutupnya.(bam/d)






