Walikota Sukabumi Prioritaskan Guru Untuk Divaksin

  • Whatsapp
Sejumlah ASN dan non ASN yang bertugas di Pemerintahan Kota Sukabumi saat melakukan vaksinasi di Gedung Juang 45

CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi sedang melakukan vaksinasi tahap dua dengan sasaran petugas publik. Selain ASN, TNI, Polri, Jurnalis, Pemkot juga akan memprioritaskan guru sekolah dan madrasah serta dosen baik negeri dan swasta untuk diberikan vaksinasi Covid-19.

“Targetnya para guru dan dosen yang divaksin mulai Senin (8/3) dan selesai hingga Jumat (12/3),” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Bacaan Lainnya

Bahkan Pemkot pun rencananya akan dilakukan untuk RT dan RW serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Para guru sekolah dan madrasah, baik negeri maupun swasta serta dosen dan RT RW serta Tokoh Agama akan diberikan vaksinasi Covid-19 tahap kedua mulai pekan ini,” ujarnya.

Harapannya para guru dan dosen selesai divaksinasi pekan ini. Para guru, RT, RW, dan tokoh agama atau masyarakat mendapatkan prioritas mendapatkan vaksin dengan beberapa pertimbangan.

Terutama merupakan pelayan publik sesuai tugas masing-masing. Di mana mereka termasuk kalangan yang rentan penyebaran Covid-19 karena berinteraksi dengan berbagai pihak.

Targetnya kata Fahmi, semoga setelah divaksin akan membuat pelayanan masyarakat lebih meningkat dan baik kembali.

Selain ketiga pihak tersebut, target yang diberikan untuk dilaksanakan vaksinasi pada pekan ini adalah institusi perbankan, BUMN/BUMD, institusi vertikal seperti Kejaksaan, Pengadilan, Kementrian Agama, dan lainnya.

Dalam kerangka percepatan vaksinasi kata Fahmi, pemkot telah menetapkan enam posko dengan lokasi tersebar yang akan melaksanakan tugas sesuai waktu yang telah ditetapkan. Ke enam posko ini yakni Gedung Juang 45 Sukabumi, RSUD R Syamsuddin SH, RS Al Mulk, RS Kartika, RS Ridhogalih, dan RS Assyfa.

“Kami berharap dengan dilakukan vaksinasi secara serentak di enam posko akan semakin mempercepat pelayanan vaksinasi kepada warga. Sehingga vaksinasi akan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan dan berjalan dengan lancar serta tidak menemui kendala,” jelasnya.

Ditambahkan Fahmi dalam menjalani vaksinasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Diantaranya peserta wajib sarapan terlebih dahulu sebelum divaksin.

Karena berdasarkan hasil evaluasi beberapa kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) terjadi disebabkan peserta vaksinasi belum sarapan.

“Kemudian para peserta juga membawa konsumsi karena setelah vaksinasi peserta akan menunggu selama 30 menit di lokasi untuk memastikan ada dan tidaknya keluhan,” pungkasnya. (bal)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *