BERITA UTAMAPemerintah Kota Sukabumi

Walikota Sukabumi Ingatkan Masyarakat Harus Disiplin Protokol Kesehatan

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi bersama unsur Muspida memantau aktifitas masyarakat di sekitar Pasar Pelita. Pemantauan itu untuk melihat sejauh mana kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan terutama penggunaan masker.

” Hal ini kami lakukan dalam mempersiapkan penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) di masa Pandemi Covid-19,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Selasa (2/6).

Pemantauan tersebut dilakukan bersama dengan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo serta unsur lainnya.

Dalam momen itu walikota, kapolres dan dandim mengingatkan warga khususnya pedagang pasar agar memakai masker dan membagikannya secara gratis kepada warga yang tidak menggunakan.

” Kami ingin melihat kedisiplinan warga karena khawatir menurun seperti penggunaan masker akibat terjadi euforia di tengah masyarakat,” katanya.

Dikhawatirkan Fahmi, ada sebagian warga yang menganggap Covid-19 sudah selesai seiring dengan kondisi saat. Itulah sebabnya pemkot bersama Polri, dan TNI mengajak masyarakat dan menyadarkan bahwa pandemi belum usai dan akan memasuki tahap selanjutnya ingin Sukabumi ke zona hijau.

Rencananya ke depan akan dibuat kembali posko dititik tertentu yang meminta masyarakat tidak euforia bahkan meningkatkan kedisiplinan. ” Ada titik pengendalian yang digunakan untuk kontrol kedisiplinan,” ungkapnya.

Rencananya pada hari Sabtu 6 Juni 2020 mendatang, bisa mulai melalukan adaptasi kebiasan baru (AKB).

Harapannya warga bisa melanjutkan roda perekonomian dengan bentuk yang baru menerapkan standar protokol kesehatan yang baik.

” Misalnya pengusaha restoran, rumah makan dan cafe dibatasi waktu buka sampai pukul 22.00 WIB dan kapasitas makan ditempat 50 persen dari kapasitas normal. Sementara panduan AKB sedang dibuat yang akan disebarluaskan dan disosialisasikan,” bebernya.

Intinya kata Fahmi penerapan AKB berupa pengendalian kepada warga karena khawatir ada euforia karena masuk zona biru. Nantinya akan dilakukan evaluasi secara rutin karena jangan sampai turun jadi level 3 atau warna kuning dan diharapkan menjadi zona hijau. (Bal)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button