Pemerintah Kota SukabumiSUKABUMI

Pemkot Berguru Ke Singapura, Terkait Pengembangan Smart City

CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi mendapatkan undangan dari Kementerian Komunikasi dan Informastik untuk mengikuti leadership training in smart city di Singapura. Kesempatan yang diberikan ini merupakan hasil evaluasi dari Kominfo setelah Kota Sukabumi mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/11).

“Kota Sukabumi terpilih besama 30 daerah lainnya se –Indonesia selama satu minggu akan belajar ke Singapura,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi,  (7/11).

Tentunya keterwakilan Kota Sukabumi tersebut sangat membanggakan. Sehingga nantinya, ilmu yang didapat di Singapura bisa diaplikasikan di Kota Sukabumi. “Ya dengan belajar ke Singapura, nantinya kita akan perkembangan di Kota Sukabumi, sehingga semakin berkembang,” akunya.

Sementara itu dalam expo di Jakarta, Fahmi langsung menjelaskan kepada Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G Plate terkait keselarasan berbagai program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi dengan enam pilar smart city, yakni smart society, smart economy, smart living, smart branding, smart environment dan smart governance.

Tak hanya itu, program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementerian PUPR, dan Kantor Staf Kepresidenan. ”Alhamdulillah setelah 2017 Kota Sukabumi mendapatkan penghargaan sebagai salah satu dari 25 kota/kabupaten yang menuju Smart City, pada2019 dan 2020 terjadi peningkatan kualitas,” terang Fahmi.

Khususnya pencapaian visi misi dan program unggulan yang akan terus dilakukan konektivitas dan sinergitas dengan teknologi. Fahmi berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan berbasiskan smart city yang sampai saat ini terus diakukan pengembangan. ”Saat menjabat sebagai kepala daerah pada 2018 lalu, berbagai program unggulan seluruhnya sudah kita sinergiskan dengan smart city,” ungkapnya.

Fahmi menambahkna, program smart city merupakan kesempatan melakukan berbagai inovasi dengan memanfaatkan teknologi.

Di mana smart city sebagai akselerator dan alat transformasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Contohnya ketika ada keluhan atau aduan sudah bisa lihat di smart city untuk berbagai bidang baik pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya,” pungkasnya. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *