30 PKL Didenda Rp 50 Ribu

  • Whatsapp
Satpol PP bersama Pengadilan dan Kejaksaan Kota Sukabumi melakukan sidang Tipiring kepada para PKL di Jalan Ahmad Yani.

RADARSUKABUMI.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi melakukan penindakan pedagang kaki lima (PKL) yang melakuakn aktivitas jual beli di badan jalan dan trotoar.

Bersama Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Kota Sukabumi, para penegak Perda tersebut langsung memberikan sanksi di tempat dengan operasi penyelesaian Perda atau Tipiring.

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 30 PKL disidang di tempat, mereka telah melanggar Perda Kota Sukabumi No. 10 Tahun 2013 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima,” ujar Kepala Bidang Gakda dan SDA, Sudrajat, kemarin (18/11).

Pihaknya menyisir PKL yang berada di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Siliwangi, R Syamsudin dan Martadinata. Meskipun bukan di zona merah tetapi PKL tersebut telah melanggar aturan dengan menggunakan fasilitas umum sebagai lokasi jual beli.

“Kebanyakannya itu roda dorong yang sifatnya mangkal. Tapi ada juga yang menetap menggunakan badan jalan, “terangnya.

Pria yang akrab disapa Ajat ini menambahkan, penertiban kali ini berbeda dengan sebelumnya. Biasanya petugas melakukan operasi di pagi hari sampai siang, namun saat ini mulai siang sampai sore hari.

“Kita merubah waktu, lumayan agak banyak. Kita mengupayakan supaya benar-benar bisa mengantisipasi dan membuat efek jera bagi PKL,” jelasnya.

Sanksi yang diterima kepada PKL kata Ajat sesuai putusan hakim didenda sebesar Rp 50 ribu setiap PKL dengan biaya perkara Rp 2 ribu.

“Ada juga yang sudah ditipiringkan sebelumnya, dia didenda 50 ribu sebelumnya itu 30 ribu. Kalau ketiga kalinya bisa saja hakim memutuskan yang lebih berat, “tegasnya.

Dirinya berharap kegiatan penertiban ini bisa memberikan efek jera para pedagang nakal, sehingga tidak ada lagi fasilitas umum yang digunakan untuk berjualan.

Tidak hanya itu, kedepan pihaknya pun mengantipasi terjadinya lonjakan PKL di Kota Sukabumi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini setelah pasar pelita selesai terbangun bisa segera dipindahkan.

” Harapan saya semua PKL bisa masuk ke pasar pelita jadi di streking jalan sudah bersih dari PKL,”imbuh dia.

Sementara itu, terkait relokasi para pedagang nakal, Ajat enggan berbicara banyak. Menurut dia, hal tersebut bukan ranah Satpol PP tapi dinas terkait.

“Ada intansi lain yang berwenang menjawab relokasi, kita hanya penertiban PKL saja, “kilahnya. (bal)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *