Tumor Ganas, Suprianto Butuh Uluran Tangan Dermawan

  • Whatsapp
Kondisi Suprianto (12) warga Kampung Puncakdago, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, saat berbaring lemah di kediamannya.

JAMPANGTENGAH — Nasib malang menimpa Suprianto (12) warga Kampung Puncakdago, Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, haya bisa berbaring lemah karena kaki kanannya mengalami pembengkakan akibat mengidap tumor ganas.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, anak dari pasangan Obin dan Eros ini masih duduk di bangku kelas 6 SD dan kini terpaksa harus berhenti sekolah karena mengidap penyakit tumor ganas sejak Februari 2019 lalu.

Bacaan Lainnya

“Ya, sejak Februari kaki kanan anak saya ini mengalami pembengkakan dan saat itu langsung di bawa berobat ke rumah sakit. Menurut dokter anak saya mengidap tumor ganas,” kata ayah Suprianto, Obin, kamis (5/12).

Bahkan, lanjut Obin, Suprianto ini sempat dibawa dan dirawat di RS Kartika dan RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi. Namun pihak rumah sakit menyarankan untuk dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung. “Anak saya pun langsung dibawa ke RSHS. Setelah ditangani pihak RSHS ternyata Yanto harus di amputasi. Kami pun kaget dan belum menerima kalau harus diamputasi,” ujarnya.

Karena belum menerima pernyataan tersebut, sambung Obin, keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa pulang Suprianto. Tetapi selama berada di rumah, keadaannya semakin memburuk.

“Pembengkakan dilututnya semakin membesar, kami bingung harus bagaimana, dan saat ini kami ingin sekali Yanto dibawa ke RSHS, apapun hasilnya nanti kami sudah pasrah, karena ingin anak saya sembuh,” paparnya.

Meski biaya berobat ditanggung BPJS Kesehatan namun, keluarga mengaku saat ini masih kebingungan untuk biaya sehari-hari ketika berada di RSHS Bandung.

“Kalau berobat kan punya BPJS, tapi kami bingung untuk biaya sehari-hari disana. Saat ini anak saya udah di bawa ke RSUD Syamsudin dibantu pemerintah desa setempat dan sejumlah relawan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Generasi Peduli Sesama (GPS) Sukabumi, Annisa Nur Insani mengatakan, setelah mendengar informasi adanya anak yang menderita kangker dibagian kaki, GPS Sukabumi bersama komunitas lainya menyambangi kediaman Suprianto dan langsung membawanya ke RSUD Syamsudin SH.

“Kami membantu dengan mengecek langsung, meng up kemudian membuka donasi untuk pembiayaan diluar yang tidak ditangani oleh BPJS. Kami bersama komunitas lainya sudah membawa Suprianto untuk kembali berobat di RSUD Syamsudin rencananya mau ke RS Hasan Sadikin Bandung. Mudah-mudahan lancar semuanya,” tuturnya.

Anisa menambahkan, para donatur dan dermawan bisa turun tangan untuk membantu Suprianto agar segera dibawa ke RS Hasan Sadikin. “Bagi yang mau donatur bisa melalui kami. Kami harap dengan adanya donatur ini bisa meringankan beban keluarga,” pungkasnya. (bam/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *