KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Si Jago Merah Amuk Rumah Asep

CIKIDANG — Lagi-lagi, kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, satu unit rumah milik Asep Haryono warga Kampung Pasirpangli RT5/7, Desa Cikarae Hoyyibah, Kecamatan Cikidang, hangus terbakar, kamis (7/11). Belum diketahui penyebab kebakaran ini namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta.

Koordinator Pusdalop BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, insiden terjadi sekira pukul 14.00 WIB, api pertama kali diketahui warga saat sudah membesar.

“Api peramakalinya diketahui oleh warga dan langsung melaporkannya kepada pemerintah setempat,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi, kamis (7/11).

Daeng melanjutkan setelah mendapat laporan, petugas langsung terjun ke lokasi kejadian untuk memastikan kebakaran tersebut dan berupaya memadamkannya bersama warga.

“Karena api sudah membesar sehingga petugas bersama warga kesulitan memadamkannya. Terlebih upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya karena akses jalan tidak memungkinkan masuk mobil Damkar.

Sekitar 75 persen rumah terbakar,” ujarnya. Sampai saat ini, petugas masih melakukan assesment untuk mengetahui jumlah kerugan dan bantuan yang dibutuhkan korban.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara untuk kerugian petugas masih menghitungnya dan penyebab kebakaran ini masih belum diketahui,” paparnya.

Menurutnya, pada musim kemarau kasus kebakaran mendominasi kasus bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Tidak dipungkiri selain kebakaran rumah, kebakaran lahan juga kerap terjadi akibat tangan jahil orang yang tidak bertanggungjawab.

“Ya, kalau musim kemarau memang rawan terjadi kebakaran baik rumah maupun kebakaran lahan. Penyebabnya kebanyakan akibat kompor, puntung roko, korsleting listrik dan lain sebagainya,” ucapnya.

Sebab itu, Daeng menghimbau agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaanya terhadap potensi bencana kebakaran.

“Kami tidak hentinya menghimbau masyarakat apabila terdapat kejadian serupa ataupun lainnya dapat segera melaporkan kepada pemerintah setempat,” pungkasnya. (bam/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *