BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Sengketa Menantu Jokowi Vs PT GSI Terus Berlanjut

SUKABUMI – Protes terhadap Proyek perumahan milik menantu Presiden RI Joko Widodo, Bobby Nasution di Kampung Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi dari sejumlah elemen belum juga beres. Pasalnya, aktivitas cut and fill yang digarap oleh PT Wirasena Citra Reswara (WCR) ini, sebelumnya tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Seperti belum adanya drainase dan bak penampungan material cut and fill. Sehingga bila hujan deras turun, material tanah yang berubah jadi lumpur itu, menerjang pemukiman warga dan perusahaan PT GSI Cikembar yang lokasinya berada di bawah proyek perumahan bersubsidi tersebut. Bahkan saat ini, proyek tersebut tengah digugat oleh PT GSI Cikembar.

Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi Budi Setiady mengatakan, persoalan aktivitas proyek perumahan Bobby Nasution ini, selain diprotes warga juga dipersoalkan oleh PT GSI Cikembar. Lantaran, pada beberapa bulan lalu material cut and fill yang berasal dari proyek perumahan tersebut telah menerjang pemukiman warga dan masuk ke lokasi PT GSI.

“Saat itu, pihak PT GSI Cikembar telah melayangkan surat terkait persoalan ini kepada DLH. Setelah itu, kami langsung memfasilitasi mereka untuk duduk bersama mencari solusinya. Namun, sampai saat ini belum menemukan solusi yang baik.

Sehingga, PT GSI menempuh jalur hukum melalui gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Cibadak,” jelas Budi kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, kemarin (5/11).

Untuk mengantisipasi agar meterial tanah dan lumpur tidak berimbas pada pemukiman warga dan menerjang ke lokasi PT GSI Cikembar, DLH Kabupaten Sukabumi terus melakukan peninjauan setiap satu bulan sekali ke lokasi proyek perumahan milik menantu Presiden Republik Indonesia tersebut.

“Alhamdulillah, saat ini pihak perusahaan sudah membangun drainase dan beberapa bak penampungan material cut and fill. Sehingga ketika hujan tiba, material tanah diharapkan tidak akan kembali menerjang ke pemukiman warga maupun ke lokasi perusahaan PT GSI Cikembar,” bebernya.

Meski pihak perusahaan sudah membuatkan bak penampungan material cut and fill dan drainase, DLH Kabupaten Sukabumi terus melakukan pengawasan yang intensif agar aktivitas proyek perumahan tersebut dapat sesuai dengan aturan dan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan maupun warga sekitar. “Apalagi saat ini, memasuki musim hujan. Jadi, mesti diawasi secara intens,” tandasnya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button