KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Puluhan WNA Ditindak Kantor Imigrasi Sukabumi

SUKABUMI – Puluhan Warga Negara Asing (WNA) ditindak Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sukabumi. Lantaran, diketahui melakukan pelanggaran keimigrasian.

Berdasarkan data yang tercatat di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, terhitung sejak Januari sampai Oktober 2019, terdapat 34 WNA yang melakukan pelanggaran keimigrasian dengan jumlah Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sebanyak 70 pelanggaran. Yakni, 11 WNA black list, tujuh WNA pembatalan izin tinggal, 20 WNA pelanggaran keharusan untuk bertempat tinggal di wilayah tertentu, lima WNA pengenaan biaya beban dan 23 WNA di deportasi.

Sementara pelanggaran WNA sepanjang 2018, terdapat 40 WNA yang melakukan pelanggaran dengan jumlah tindakan administrasi keimigrasian sebanyak 84 pelanggaran. Seperti lima pelanggaran black list, 15 batal izin tinggal, satu pelanggaran karena larangan untuk berada di suatu tempat tertentu, 26 pelanggaran keharusan untuk berada di suatu tempat tertentu, 12 pengenaan biaya beban dan 25 pelanggaran pendeportasian.

Zulmanur Arif - Puluhan WNA Ditindak Kantor Imigrasi Sukabumi
Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi Zulmanur Arif, memperlihatkan data WNA yang melakukan tindakan pelanggaran keimigrasian.

Humas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Adi Heryadi didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi Zulmanur Arif mengatakan, puluhan WNA yang melakukan pelanggaran tersebut terjaring di sejumlah lokasi yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi serta wilayah Cianjur. “Namun, dari semua wilayah ini paling banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Sukabumi,” jelas Zulmanur Arif kepada Radar Sukabumi, kemarin (5/11).

Dari puluhan WNA yang melakukan pelanggaran ini, sambung Zulmanur Arif, paling banyak dilakukan oleh WNA dari kebangsaan Cina dan Arab Saudi. “Jumlah WNA yang ditindak pada 2019 sebanyak 34 orang ini, semuanya berjenis kelamin laki-laki. Sementara, pelanggaran pada 2018 dengan jumlah pelanggaran 40 WNA terdiri dari 36 laki-laki dan empat perempuan,” paparnya.

Puluhan WNA yang telah melakukan pelanggaran ini, ujar Zulmanur Arif, sengaja datang ke daerah Sukabumi dan Cianjur dengan berbagai macam tujuan. Seperti bekerja dan berwisata. Bahkan, sampai ada yang kawin campur.

“Mereka datang ke sini ada yang menggunakan visa kerja dan ada juga yang menggunakan visa kunjungan. Namun, karena menyalahi aturan keimigrasian, maka akhirnya kami tindak. Bahkan sampai di deportasi untuk di kembalikan ke negara asalnya,” tandasnya.

Untuk menekan kasus pelanggaran keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, melakukan optimalisasi pengawasan dan pembinaan terhadap WNA, salah satunya dengan membentuk tim pengawasan orang asing (Timpora) di setiap kecamatan yang ada di tiga daerah. Yakni Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

“Pembentukan timpora tingkat kecamatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi serta sinergitas antara instansi terkait dalam pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya. (den/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *