Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Sukabumi Didin Syaripudin menjelaskan, Sarbumusi sudah masuk dipencatatan dan juga sebagai Dewan Pengupahan di Kota Sukabumi.
“Harapan saya Sarbumusi bisa terus bersinergi, mewarnai dan turut mengawal para tenaga kerja di Sukabumi sebagai repsresentasi aktivis muda NU.
Alhamdulillah sampai saat ini Sarbumusi masuk dipencatatan dan masuk pula sebagai Dewan Pengupahan di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Wakil Presiden Bidang Dalam Negeri perwakilan dari DPP Konfederasi Sarbumusi, Sukitman Sudjatmiko memaparkan, LBH itu salah satu alat taktis dan strategis bagi peran dan fungsi Sarbumusi sebagai serikat buruh sebagaimana amanat Undang-undang dan PD PRT Sarbumusi.
“Sebagaimana diamanatkan PD PRT melalui Munas Akbar keempat ada dua lembaga yang menjalankan fungsi kami sebagai Serikat Pekerja dan Serikat Buruh.
Selanjutnya, yang harus diingat bahwa UU No. 21 Tahun 2000 mengamanatkan dua tugas utama yaitu pertama, meningkatakan kesejahteraan buruh dan keluarganya, kedua melakukan pembelaan terhadap anggota apabila hak-hak anggota dilanggar,” terangnya.
Ia juga melaporkan, untuk yang pertama DPP K-Sarbumusi membentuk KOPBUMI yaitu Koperasi Pekerja Sarbumusi dan kedua untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pembelaan terhadap anggota mendirikan lembaga penyuluhan dan bantuan hukum.
“Ini bisa dibentuk di masing-masing daerah berdasarkan jenjang kepengurusan baik DPC, DPW dan terutama di DPP,” cetusnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Sukabumi, KH Annas Syakirulloh mengapresiasi pelantikan Sarbumusi di Sukabumi.
“Bersyukur jika Banom serta lembaga di bawah naungan NU terus melakukan gerakan terutama Sarbumusi, dan menegaskan kalau ujung tombak gerakan NU itu ada di Banom dan lembaganya.
Karena kalau menyatu pasti akan menimbulkan kekuatan, tapi kalau kita tidak menyatu pasti leuleus.
Kami juga mengajak seluruh peserta yang hadir agar berjuang dengan ikhlas, karena menurutnya siapapun yang berjuang di NU baik di Banom atau lembaga maka akan punya kesempatan diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU,” pungkasnya. (bam)






