Jalankan TMMD, Kodim 0622 dan Pemkab Sukabumi Siapkan Rp2 Miliar

  • Whatsapp
Kodim/0622 Kabupaten Sukabumi saat melaksanakan rapat kordinasi persiapan TMMD di Makodim.

SUKABUMI — Kodim/0622 menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, bakal mengucurkan anggaran sebesar Rp2 miliar lebih untuk pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 yang rencananya bakal diselenggarakan di Kampung Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder tahun ini.

Dandim/0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol Arm Suyikno mengatakan, TNI saat ini berupaya mematangkan persiapan untuk pelaksanaan TMMD dengan tema ‘TMMD Pengabdian Untuk Negeri’ ini bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah sebagai sumber dana hibah.

Bacaan Lainnya

“Ini sebuah kepercayaan bagi kami untuk memajukan desa tertinggal di wilayah, kesiapan kami secara personil menerjunkan 150 personil dari semua wilayah teritorial,” kata Suyikno kepada wartawan usai mengkuti rapat kordinasi persiapan TMMD di Makodim, kemarin (9/6).

Lanjut Suyikno, beberapa unsur yang akan terlibat dalam program TMMD ini yakni, Yon Armed, Yonif 310, Marinir dan Satradar semua akan diterjunkan.

“Ya, termasuk juga dari pemerintah daerah serta bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan di wilayah. Bersama kita bersatu padu untuk melaksanakan gotong royong mempercepat pembangunan di desa tertinggal,” paparnya.

Adapun yang menjadi sekala prioritas dari TMMD ini, sambung dia, pembangunan fisik dan non fisik yaitu pembangunan jalan, rutilahu, jembatan yang bisa mengakses antar kampung.

“Sehingga diharapkan nantinya perekonomian masyakat sekitar semakin lancar, mata pencarian mudah dan tarap hidup masyarakat bisa meningkat,” imbuhnya.

Di tempat sama, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Thendi Hendrayana menambahkan, proses penganggaran saat ini menurutnya sudah selesai dan siap melaksanakan pra TMMD pada 17 Juni 2020 mendatang.

“Pembukaannya nanti 1 Juli 2020, tentu kami di bantu oleh TNI untuk kegiatan percepatan pembangunan di daerah atau di desa yang selama ini katakanlah tertinggal,” singkatnya. (bam/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *