DLH Larang Gunakan Kantong Plastik

  • Whatsapp
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi Dedah Herlina bersama jajaranna saat meninjau lokasi tempat pembelanjaan.

SUKABUMI – Dalam mencipatakan kebersihan dari sampah plastik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi akhirnya turun gunung melakukan pemantauan di sejumlah toko mulai dari minimarket hingga pasar swalayan terkait pelakasanaan Peraturan Bupati (Perbup) Sukabumi Nomor 81 tahun 2019 tentang Pengelolaan Kebersihan Melalui Gerakan Sukabumi Bersih, Tertib, dan Asri (Bestari).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina mengatakan, sebelum melakukan pemantauan ke sejumlah mini market dan hingga pasar swalayan, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi terlebih dahulu telah melakukan sosialiasasi sejak satu tahun pemberlakuan Perbup tersebut.

Bacaan Lainnya

“Jadi pengurangan plastik ini terhitung hari ini, ini prosesnya sebetulnya sudah cukup lama sudah satu tahun yang lalu,” kata Dedah kepada Radar Sukabumi, Rabu (11/11).

Larangan penggunaan kantong plastik di setiap pusat perbelanjaan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi ini, sengaja diterapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk menciptakan Sukabumi Bestari.

Untuk itu, sejak pada 11 November 2020, seluruh pasar modern, pertokoan modern yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi, dihimbau dan dilarang untuk memberikan kantong plastik kepada pembeli sebagai kantong belanja.

“Sebab itu, saya menghimbau kepada seluruh warga agar membiasakan ketika hendak berbelanja ke pasar agar membawa kantong keranjang belanja di rumahnya masing-masing. Karena, sejak hari ini seluruh pusat perbelanjaan, dilarang dan tidak akan memberikan kantong plastik,” bebernya.

Menurutnya, Perbup tersebut mengatur soal rencana besar pemerintah daerah untuk pengurangan sampah yang bersumber dari kantong plastik.

Kebijakan startegi daerah untuk mengurangi sampah, khususnya penggunaan kantong plastik itu, sudah dilakukan secara bertahap. “Jadi, kita sarankan kepada warga untuk membawa kantong belanja sendiri,” bebernya.

Pihaknya berharap kedepan penggunaan kantong plastik tidak lagi menjadi kebiasaan bagi masyarakat ketika mereka datang untuk berbelanja ke pasar swalayan maupun mini market.

Karena saat ini, semua toko maupun mini market telah dilarang untuk memberikan kantong plastik kepada seluruh konseumennya. Ini dilakukan karena keberadaan sampah plastik menjadi persoalan lingkungan.

“Selama ini jumlah penggunaan sampah kantong plastik yang dihasilkan sekitar 17 persen dari volume sampah. Nah, target kedepannya kami ingin penggunaan kantong plastik ini menurun.

Makanya, setelah penerapan Perda itu, nanti akan kita evaluasi kembali untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pengurangan sampah plastik,” pungkasnya. (den/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *