Dinas Pertanian

Tujuh Hektare Tanaman Bawang Putih Diserang Hama

SUKARAJA — Tingginya intesintas curah hujan yang melanda Kabupaten Sukabumi, bukan hanya menyebabkan bencana alam. Seperti banjir, longsor dan bencana puting beliung.

Namun, cuaca ekstrim saat ini juga berdampak terhadap hektaran lahan perkebunan bawang puting di kawasan Hars Farm Goalpara, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, diserang hama atau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Seperti penyakit jamur daun.

Manajer Pertaninan Bawang Putih di kawasan Hars Farm Goalpara, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Dandung mengatakan, musim hujan saat ini dapat menjadi pemicu maraknya serangan hama yang menyerang pada tanaman petani.

“Hama yang paling menonjol dimusim hujan adalah jamur daun. Jenis hama ini, sering menyerang tanaman bawang putih,” jelas Dandung kepada Radar Sukabumi, Selasa (4/2).

Dari luas lahan sektiar tujuh hektare yang ditanami bawang putih, sambung Dandung, hampir semuanya terserang hama tersebut. Apalagi intensitas curah hujan tinggi, dapat dipastikan tanaman bawang puting terserang penyakit jamur daun.

“Terlebih lagi, lokasi perekebunan bawang putih itu harus berada di daerah perbukitan dengan ketinggian mulai dari 800 Mdpl sampai 1300 Mdpl,” paparnya.

Akibat serangan jamur daun tersebut, ujar Dandung, telah menyebabkan bagian daun bawang putih berubah menjadi menguning.

Hal ini, dapat berdampak buruk terhadap pertumbuhan tanaman tersebut. “Bila tidak secepatnya diantisipasi, maka tanaman ini akan ternancam gagal panen. Iya, pasti banyak tanaman yang mati.

Namun, untuk saat ini Alhamdulillah tidak ada. Lantaran, kami sudah siap siaga melakukan pencegahannya,” bebernya.

Untuk mengendalikan serangan hama itu, pihaknya bersama ratusan petani di perkebunan bawang putih selain sering memberikan obat fungsida dan penguatan nutrisi tanaman, juga kerap membersihkan lokasi tanaman.

Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya agar tanaman bawang putih tetap sehat dan terhindar dari serangan hama itu.

“Dengan pemberian nutrisi tanaman, selain mempercepat pertumbuhan tanaman juga akan terjadi penebalan daun.

Sehingga tanaman tersebut tidak mudah terserang jamur maupun OPT. Iya, kalau tidak secepatnya diantisipasi, maka akan berdampak buruk terhadap hasil pertanian,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button