Dinas Pertanian

Omset Ekspor Bambu Suji Capai Milyaran

SUKABUMI — Kreativitas warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, ide-ide kreatif warga yang tergabung dalam wadah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Sukajaya itu, menyulap bambu suji menjadi sebuah karya seni bernilai tinggi.

Bahkan, hasil dari tangan kreatifnya ini, bambu suji yang diolah menjadi berbagai macam dekorasi dalam rumah itu, tembus sampai manca negara.

Sekretaris Desa Sukajaya, Cece Purnama mengatakan, sudah lebih dari lima tahun Bumdes Desa Sukajaya telah menggeluti usaha kerajinan bambu suji tersebut.

Ribuan hingga ratusan ribu hasil kerajinannya, sudah berhasil di jual untuk keperluan ekspor ke negara Korea.

“Biasanya bambu suji ini banyak di temukan di pakarangan rumah dan di daerah perkebunan warga. Padahal jika dikemas dan dibuat kerajinan, bambu suji ini selain menjadi sebuah hiasan yang cantik, juga memiliki nilai jual tinggi,” jelas Cece kepada Radar Sukabumi, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Cece, di Negara Korea bambu suji ini selain kerap dijadikan hiasan di dalam rumah, bambu suji tersebut juga dipercaya memiliki khasiat tertentu.

Salah satunya untuk menyegarkan ruangan dan menyerap polusi kotor di setiap ruangan.

“Alhamdulillah, hampir setiap tahunnya ekspor bambu suji ke Korea selalu meningkat. Pada 2018 kita hanya mengekspor bambu suji sebanyak dua kontainer dengan omset sekitar Rp1 milyar.

Sementara pada 2019, kita mengekspor sebanyak tiga kontainer dengan omset lebih dari Rp1,5 miliyar,” ujarnya.

Untuk membuat satu kerajinan bambu suji, sambung Cece, telah menghabiskan waktu selama dua hari.

Mulai dari pemangkasan bambu suji, setelah itu dibersikan dan bagian atas bambu suji diberikan lilin.

Ini perlu dilakukan agar tunas bambu suji tidak tumbuh di atas, sehingga pertumbuhnya bisa diatur untuk dijadikan dekorasi rumah sesuai dengan kebutuhan ekspor.

“Kita baru memiliki bambu suji di tanah seluas 2,5 hektare. Alhamdulillah, dengan adanya kerajinan bambu suji ini, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi warga Desa Sukajaya.

Iya, ada sekitar 30 warga di sini yang sudah bekerja untuk membuat kerajinan itu,” timpalnya.

Sekretaris Desa Sukajaya, Cece Purnama saat meninjau lokasi pembutan kerajinan bambu suji di Kampung Sudajaya, RT 3/2, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat mengatakan, untuk memaksimalkan kebutuhan ekspor bambu suji, pihaknya mengaku tengah berupaya menyediakan puluhan hektare lahan petanian untuk penanaman bambu suji. Ini perlu dilakukan lantaran banyaknya permintaan ekspor ke negara asia dan timur tengah setiap tahunnya.

“Tanaman hias bambu suji ini, merupakan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan ekspor yang sangat tinggi,” jelas Ajat.

Saat ini, Kabupaten Sukabumi hanya melakukan ekspor tanaman hias bambu suji ke Negara Korea Selatan dan beberapa negara bagian timur tengah. “Hampir setiap tahunnya, kami mengekspor bambu suji ini sebanyak 40 kontainer,” ujarnya.

Untuk meningkatkan volume ekspor tanaman hias bambu suji, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi akan mengembangkan budidaya melalui pola kemitraan dengan masyarakat.

Seperti memperluas dan membina kelembagaan petani, sehingga dapat menutupi kebutuhan ekspor.

“Iya, makanya Desa Sukajaya di tunjuk oleh pemerintah dearah Kabupaten Sukabumi untuk melakukan ekspor ke berbagai menca negara.

Insya Allah, nanti bambu suji di Desa Sukajaya bukan hanya untuk dijual ke Korea saja, tetapi akan di ekspor ke negara China. Terlebih lagi, baru-baru ini Kedubes Tiongkong datang ke desa itu dan menjalin kerjasama,” paparnya.

Menurut Ajat, tingginya permintaan ekspor bambu suji ini karena telah bergesernya pemanfaatannya.

Beberapa tahun silam, di Korea tanaman suji ini dibutuhkan saat tahun baru saja. Namun sekarang bergeser menjadi tanaman hias untuk keperluan dekorasi dalam rumah.

“Untuk itu, kami akan berupaya menyediakan puluhan hektare lahan petanian untuk penanaman bambu suji,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button