Dinas Pertanian

Jambu Kristal Bojongkembar Siap Gebrak Ekspor

SUKABUMI — Puluhan petani di Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, tengah berupaya maksimal melakukan sertifikasi perkebunan jambu kristal untuk kebutuhan ekspor ke Abu Dhabi.

Saat ini, puluhan petani yang tergabung dalam wadah Asosiasi Petani Jambu Kristal Bojong Farm itu, tengah membudidayakan tanaman jambu kristal di lahan pertaniannya dengan luas sekitar lima hektare.

Ketua Asosiasi Petani Jambu Kristal Bojong Farm, Hima Imadudin mengatakan, jambu kristal yang berada di wilayah Desa Bojongkembar ini, selain memiliki rasanya yang enak dan manis, juga dinilai memiliki prospek ekonomi.

“Bahkan, pangsa pasarnya juga bukan hanya di pasar lokal saja, tetapi komoditas jambu kristal ini juga banyak diminati pasar luar negeri. Seperti Abu Dhabi,” jelas Hima kepada Radar Sukabumi, Senin (2/3).

Menurut Hima, jambu kristal memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan jambu biji. Sebab selain memiliki daging tebal, jambu kristal juga memiliki biji yang kecil.

“Terlebih lagi, lahan dan iklim di wilayah Desa Bojongkembar sangat cocok untuk budidaya pertanian jambu kristal. Ini tentunya dapat menghasilkan buah jambu yang berkualitas baik, sehingga banyak dimanati oleh pasar lokal. Bahkan, sampai ke luar negeri,” tandasnya.

Dalam proses budidaya tanaman jambu kristal, para petani tidak menemukan kendala yang signifikan. Namun, para petani mempersoalkan perihal distribusi air untuk mengairi lahan pertanian yang dinilai belum maksimal.

Apalagi, bila memasuki musim kemarau, lahan pertanian di wilayah tersebut dapat dipastikan mengering. Terlebih lagi, lahan pertanian di kawasan Desa Bojongkembar kebanyakan merupakan pertanian tadah hujan.

“Jadi bila musim kemarau, air tidak akan bisa sampai ke lahan pertanian. Bahkan, dalam setahun para petani hanya bisa panen raya dua kali saja. Iya, seharusnya tiga kali panen dalam setahun. Tetapi karena tidak ada airnya, makanya seperti ini,” bebernya.

Untuk itu, ia bersama para petani lainnya berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dapat memperbaiki saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian di wilayah Desa Bojongkembar tersebut.

“Solusinya harus ada normalisasi atau pembenahan pada saluran irigasi. Iya, seperti pengerukan lumpur di sepanjang saluran irigasi,” timpalnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, melalui Koordinator BPP Kecamatan Cikembar, Maman, menambahkan kehadiran asosiasi ini bisa menjadi wadah khusus bagi petani jambu kristal agar lebih memudahkan berkomunikasi, berbagi pengetahuan, dan pengembangan pasar.

“Kami tentu mendukung upaya petani jambu kristal dalam wadah asosiasi ini yang ingin melakukan ekspor hasil pertaniannya. Kami juga akan membantu proses pengajuan sertifikasi ekspor jambu kristal. Karena potensi hasil pertanian ini sudah ada permintaan untuk diekspor,” kata Maman, Senin (2/3/2020).

Masih di tempat yang sama, Kepala Desa Bojongkembar, Solehudin Wahid mengatakan, pemerintah Desa Bojongkembar sangat mengapresiasi dengan semua kegiatan petani yang tengah melakukan budidaya tanaman jambu kristal tersebut.

“Kegiatan ini, tentunya dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga sekitar,” katanya.

Untuk mendapatkan hasil yang baik, ujar Solehudin, diperlukan usaha dan kerja keras serta perhatian yang sungguh-sungguh dalam setiap tahapan tumbuh kembangnya tanaman tersebut.

“Seperti memberikan pupuk yang cukup, pembungkusan buah jambu serta penyiraman sesuai dengan yang diperlukan. Nah, agar semua ini berjalan dengan baik maka dibentuklah Asosiasi yang merupakan wadah para petani agar mereka dapat melakukan komunikasi ketika mendapatkan kendala,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, beberapa ciri khas jambu kristal asal Desa Bojongkembar ini, memiliki beberapa ciri.

Diantaranya berkulit cerah, bersih, rasanya manis. Untuk itu, dalam memaksimalkan budidaya tanaman jambu kristal ini, pemerintah Desa Bojongkembar akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan dinas terkait lainnya.

Seperti memberikan pembinaan dan penyulahan agar tanaman jambu kristal tersebut memiliki kualitas yang baik.

“Selain itu, kami juga akan koordinasi soal distribusi air yang menjadi hambatan para petani. Nanti, kita akan meminta bantuan kepada dinas terkait agar segera melakukan normalisasi pada saluran irigasi itu,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button