Dinas Pertanian

Harga Ekspor Buah Manggis Turun

GUNUNGGURUH — Harga ekspor buah manggis di Kabupaten Sukabumi, mengalami penurunan sekitar 50 persen. Menurunnya, harga ekspor manggis ke negara Tirai Bambu itu, akibat mewabahnya virus corona yang menyerang China.

Seorang Suplier Manggis di PT Manggis Elok Utama, Pepen Supendi mengatakan, dampak dari penyebaran virus corona semakin meluas. Setelah sebelumnya terjadi pembatalan penerbangan, disusul dengan pemberhentian sementara ekspor-impor dari dan ke China.

“Ekspor manggis sangat berdampak sekali dari semenjak virus corona. Bahkan, ekspor manggis dari Sukabumi terhenti selama satu minggu pada awal Januari 2020. Alhamdulillah kalau sekarang manggis Sukabumi sudah bisa lagi ekspor,” jelas Pepen yang juga sebagai Kepala Desa Cibolang Kecamatan Gunungguruh, Jumat (6/3).

Meski saat ini, buah manggis dapat di ekspor ke China. Namun, harganya mengalami penurunan yang drastis. “Pada Desember 2019 lalu, harganya sampai tembus Rp60 ribu per kilogramnya. Namun, sekarang harganya berada di kisaran Rp30 ribu,” ujarnya.

Menurut Pepen, buah manggis yang di ekspor ke China, mayoritas diangkut menggunakan kapal jalur laut. “Untuk kuota pengiriman ekspor, memang tidak ada penurunan. Iya, masih stabil dengan tahun-tahun sebelumnya.

Seperti sekarang kita sebagai suplier perhari ekspor manggis ke China sampai tembus lima hingga delapan ton per harinya,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, berdasarkan data yang tercatat, pemerintah Desa Cibolang memiliki luas lahan perkebunan manggis sekitar 50 hektare dan ditanami 5.000 pohon.

Setiap kali panen, penghasilannya pun sangat fantastis, tembus diangka 1.000 ton. “Namun sayang panen raya manggis tahun ini, harga untuk ekspornya menurun,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button