Hama Keresek Serang Petani Kebonpedes

  • Whatsapp
Seorang petani, Didin Fahrudin (50) Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, menunjukan tanaman palawija yang diserang hama keresek atau HBD.

SUKABUMI — Sejumlah Petani padi dan petani palawija di wilayah Kecamatan Kebonpedes mengeluh. betapa tidak, tanaman di wilayah tersebut terserang hama keresek atau hawa daun bakteri (HBD). Akibatnya kualitas hasil tanaman petani menurun.

Seorang petani, Didin Fahrudin (50) warga Kampung Ranji, RT (2/8) Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes mengatakan, hama keresek atau hawar daun bakteri selain menyerang tanaman palawija, juga kerap mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Bacaan Lainnya

“Mayoritas hama itu, menyerang pada bagian daun tanaman padi atau palawija berubah menjadi memutih,” kata Didin kepada Radar Sukabumi, Senin (14/9).

Akibat serangan hama ini, sambung Didin, tanaman palawija petani di wilayah Kecamatan Kebonpedes menurun hasil panennya. Seperti halnya, tanaman cabai rawit yang ia tanam di lahan seluas 30 are, telah diserang hama tersebut.

“Saya menanam cabai di lahan seluas 30 are itu, dengan benih cabai sebanyak setengah liter. Iya, biasanya kalau panen bisa menghasilkan 50 kilogram bahkan sampai satu kwintal. Namun, karena tanamannya diserang hama tersebut, sekarang hanya menghasilkan 30 kilogram saja,” ujarnya.

Seorang Pemandu Petani Desa Kebonpedes, Asep Saepudin mengatakan, pihaknya membenarkan soal keluhan petani di wilayah Kecamatan Kebonpedes terkait hama keresek yang mengganggu pertumbuhan tanaman petani.

“Serangan hama ini, terjadi akibat dari berbagai faktor. Selain terjadinya akibat perubahan musim dari musim hujan ke musim kemarau, hama itu juga terjadi karena bibit variates tanaman tidak unggul. Sehingga, saat terjadi perubahan musim, hama itu langsung menyerang pada bagian daun tanaman,” katanya.

Menurutnya, dari semua tanaman petani, hama itu sering menyerang pada tanaman padi. Penyakit tersebut termasuk ke dalam patogen yang menginfeksi tanaman pada semua fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari masa pertumbuhan hingga menjelang masa panen.

“Hama ini, sangat merugikan petani karena dapat menurunkan hasil panen secara drastis,” timpalnya.

Pada umumnya, ujar Asep, hama HDB menyerang pada saat musim hujan atau kondisi musim kemarau yang basah atau pada kondisi tanaman tengag mengalami kelembaban tinggi dan kondisi tanah yang banyak mengandung kandungan zat Nitrogen.

“Karena pada kondisi tersebut, bakteri penyebab penyakit HDB dapat berkembangbiak dengan baik. Iya, dampaknya hasilnya pertanian petani menjadi menurun,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *