Dinas Pertanian

Empat Hektar Padi Diserang Hama Uret

NYALINDUNG — Empat hektare lahan pertanian padi di Kampung Lembursawah, Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung diserang hama uret. Akibat serangan hama tersebut, hektaran persawahan yang berada di wilayah perbatasan Kecamatan Nyalindung dengan Kecamatan Purabaya itu, terancam gagal panen.

Danramil Jampangtengah Kapten Inf Sudaryo yang juga sebagai penggarap tanaman padi mengatakan, serangan pada tanaman padi di lahan pertaniannya, diakibatkan hama uret.

“Dari total lahan seluas 12 hektare ini, empat hektare diantaranya telah diserang hama uret,” jelas Sudaryo saat disambangi Radar Sukabumi kantor Koramil Jampangtengah, Selasa (11/2).

Menurut Sudaryo, kebanyakan hama uret menyerang tanaman padi pada bagian akarnya sehingga menyebabkan tanaman menjadi layu dan mengering. “Serangan hama uret ini, sering terjadi bila intensitas curah hujan sangat tinggi. Iya, seperti saat ini,” ujarnya.

Hama uret, ujar Sudaryo, selain menyerang tanaman padi, juga kerap menyerang tanaman palawija. Seperti, tomat, cabai, sawi dan tanaman palawija lainnya. “Akibat, serangan hama tersebut menyebabkan produktivitas tanaman padi turun hingga separuhnya,” timpalnya.

Bila petani tidak melakukan antisipasi untuk pencegahan serangan hama blast. Maka, populasi hama dapat meningkat dan cakupan serangannya pun semakin meluas.

“Agar tidak gagal panen, saya selalu rutin menyemprotkan fungisida dan obat pembasmi hama ke tanaman padi. Namun, sayang dengan cara seperti ini dapat mengakibatkan membengkaknya biaya produksi,” ujarnya.

Danramil Jampangtengah Kapten Inf Sudaryo
Danramil Jampangtengah Kapten Inf Sudaryo

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat mengimbau, kepada seluruh petani agar meningkatkan kewaspadaannya di musim hujan. Pasalnya, cuaca esktrim saat ini dapat menyebabkan tanaman padi berpotensi di serang hama. “Sehingga, berdampak terhadap penghasilan petani menjadi menurun,” katanya.

Untuk itu, pada musim hujan saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terus melakukan monitoring terhadap serangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT).

“Saya meminta kepada para petani agar proaktif menyampaikan temuan gangguan OPT atau penyakit tanaman kepada petugas penyuluh pertanian yang ada di setiap kecamatan,” bebernya.

“Bila petani melaporkan mengenai serangan hama ini, tentunya kami akan langsung menerjunkan petugas ke lapangan untuk melakukan survei dan membasmi serangan hama tersebut,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button