Bolehkah Diet Di Bulan Puasa

  • Whatsapp
Gema Kriesma Pratiwi, Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Limbangan DINKES Kab Sukabumi

Oleh : Gema Kriesma Pratiwi
Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Limbangan DINKES Kab Sukabumi

Saat ini semua umat Muslim melakukan ibadah shaum atau puasa dibulan Ramadhan, saatnya mereka menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, sebelum sampai pada hari kemenangan dengan merayakan Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

Sementara, bagi beberapa orang yang sedang menjalankan diet, entah diet penurunan berat badan atau karena kondisi kesehatan tertentu, timbul pertanyaan,bolehkah diet saat berpuasa?

Yang namanya diet itu adalah pengaturan asupan makanan dalam jenis, jumlah, dan jadwal. Pada saat berpuasa, jadwal itu sudah pasti, yaitu mulai saat berbuka sampai dengan sahur. Nah, diet atau pengaturan makan ini dapat dilakukan dengan mengatur jenis dan jumlah yang akan dimakan di waktu yang sudah terjadwal tersebut.

Untuk mempertahankan kesehatan, jenis makanan harus tetap bervariasi dengan mengurangi makanan tinggi kalori yang berlemak, manis, dan asin, dengan memperhitungkan kalori minimal agar fungsi semua organ tubuh tidak terganggu. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan makan saat puasa.

Lalu, mengapa beberapa orang justru bertambah berat badannya saat berpuasa?

Ya, karena pola makan yang diterapkannya salah. Ia merasa harus “balas dendam” dengan menyantap berbagai makanan tanpa kontrol setelah seharian puasa.

Akibatnya, bukan hanya berat badan yang bertambah, gula darah naik dengan drastis, dan bila tidak dikendalikan diabetes pun menyerang. Dalam jangka panjang, penyakit ini akan mengganggu fungsi organ tubuh lain.

Oleh karena itu harus dibuat perencanaan makan saat berpuasa. Perencanaan makan saat puasa ini disusun dengan pola: 2 kali makan utama dan 2 kali makan selingan dengan jumlah kebutuhan kalori sehari sama dengan hari biasa. Berikut ini pengaturannya :

Saat sahur, makanlah makanan padat yang nilainya 40 – 45% dari kebutuhan kalori sehari, dengan menyantap makanan utama lengkap, karbohidrat kompleks, dan serat, sertakan lauk-pauk, buah, dan segelas susu.

Saat berbuka, makanlah 30 – 35% kebutuhan kalori sehari yang dibagi menjadi 2 porsi, yaitu saat beduk berkumandang makanlah makanan ringan/segar dan setelah salat magribmakanlah makanan padat. Jangan berlebihan karena gula darah dalam tubuh bisa naik dengan cepat.

Sesudah tarawih bolehlah ngemil sehat dengan kalori kurang dari 10 – 15% kebutuhan sehari. Tambahkan pula segelas susu hangat.

“Sama dengan kebutuhan pada hari biasa, jangan lupakan minum air putih setidaknya 8 gelas agar tidak terjadi dehidrasi. Minum dilakukan selama waktu berbuka sampai sahur berikutnya,” jelas Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., dari Departemen Ilmu Gizi FKUI – RSCM.

Pengaturan konsumsi air saat berpuasa bisa mengikuti pola ini: minumlah dua gelas saat berbuka puasa, satu gelas saat makan malam, dua gelas setelah makan malam, satu gelas menjelang tidur, dan dua gelas di saat sahur.

Memasuki Bulan Ramadhan kali ini, sudah tentu kita harus lebih memperhatikan lagi mengenai asupan-asupan yang terbaik yang semestinya kita siapkan dalam sajian menu buka puasa dan menu sahur. Aneka hidangan menu untuk berbuka puasa yang baik sudah tentu adalah makanan yang sehat.

Bermacam-macam buah-buahan merupakan pilihan tepat sebagai makanan yang manis natural, bahkan memberikan cita rasa manis alami yang bervariasi. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir karena dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan.

Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air buah kelapa atau banyak jenis buah-buahan lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Buah-buah yang bersifat mudah dicerna dan menawarkan tubuh berbagai nutrisi yang dapat membantu transisi antara masa berpuasa dan berbuka menjadi terasa mudah.

Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum 1 liter air.

Selanjutnya bagaimana dengan menu makan setelah berbuka puasa?

Jika sebelumnya kita telah mengkonsumsi buah-buahan segar atau kombinasi lainnya dari menu takjil untuk berbuka puasa, maka hidangan sehat lainnya yang disarankan dalam menu buka puasa diantaranya adalah sebagai berikut

Sayuran hijau karena selain mudah dicerna dan memiliki kandungan alkalin yang tinggi sehngga sangat ideal untuk memaksimalkan kesehatan kita.

Biji-bijian dan kacang-kacangan merupakan sumber protein yang baik dan mudah dicerna. Biji bunga matahari, biji waluh atau labu, walnut (sumber omega-3), almond, kacang mete, kemiri, kacang tanah, kacang Brazil, kacang hijau dan kacang macadamia merupakan bahan makanan yang tepat dimakan setelah berpuasa.

Beras merah berbeda dengan beras putih karena bagian kulit pada beras merah masih utuh. Para ahli gizi dan ahli diet merekomendasikan nasi merah sebagai sumber nutrisi.

Oat juga ideal untuk dimakan untuk berbuka puasa. Memakan oat membawa banyak manfaat, dan khususnya setelah berpuasa.

Makan satu sajian oat memberikan tubuh vitamin E, zinc, selenium, tembaga, besi, mangan, protein dan magnesium.

Hindari hal hal yang tidak berguna pada saat menunaikan ibadah puasa, jangan sampai ibadah khusuk anda terganggu, mudah mudahan kita semua dilancarkan serta diberikan kesehatan yang baik hingga penghujung Kemenangan Idul Fitri Datang.(*)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *