BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Pasca Bentrok Dua Ormas, Marwan Minta Diselesaikan Dengan Musyawarah

SUKABUMI – Bentrok atnar dua ormas di Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu, disayangkan banyak pihak. Bahkan, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengaku prihatin terkait peristiwa bentrokan dua massa tersebut. Dirinya berharap, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran untuk semua pihak.

“Sejak awal kejadian, saya selaku pimpinan daerah Kabupaten Sukabumi sudah menyampaikan kepada pihak kepolisian agar menangani persoalan ini dengan baik,” katanya.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, dirinya sudah menyampaikan beberapa hal kepada pihak kepolisian agar segera menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satunya, dengan jalur musyawarah.

“Iya tentunya langkah yang harus ditempuh ini, bagaimana dari dua keluarga besar ini harus melakukan musyawah dengan baik. Sehingga, kedepannya tidak terjadi lagi peristiwa yang berkelanjutan,” timpalnya.

Menurutnya, kedua massa yang terlibat aksi bentrok itu, merupakan anak bangsa yang harus memberikan kontribusi postif terhadap pembangunan. “Mungkin persitiwa ini, terjadi karena mereka sedang hilap. Tetapi, suatu kehilapan ini harus menjadi suport ke depan agar mereka melakukan kebaikan,” papar Marwan.

Untuk itu, dirinya menghimbau agar semua masayarakat tidak mudah terprovokasi dan dapat segera menyelasaikan persoalan tersebut dengan bijak. “Kami akan segera melakukan pendekatan lebih lanjut baik dari unsur Muspida Kabupaten Sukabumi, maupun dari unsur dinas yang berkompeten mencari ruang pembinaan selanjutnya,” pungkasnya.

Loading...

Seperti diketahui, peristiwa bentrok kedua ormas yang terjadi di depan proyek kandang ayam, tepatnya di Kampung Satong, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang ini, diduga akibat kesalah pahaman.

Tiga Pelaku Pemicu Bentrok Dua Ormas Sukabumi Ditangkap

Peristiwa sendiri terjadi sejak Jumat (24/1) sekira pukul 14.30 WIB hingga Sabtu (25/1/) pukul 07.30 WIB. Bahkan, akibat bentrokan tersebut, menyebabkan tiga anggota dari BPPKB mengalami luka bacok dibagian kepala, wajah dan luka dibagian lengan dan telapak tangan.

Seorang warga Kampung Satong, Desa Titiasan, Kecamatan Sukalarang, AM (45) mengatakan, peristiwa tersebut pertama terjadi saat jam pulang karyawan sejumlah pabrik di wilayah Kecamatan Sukalarang

“Saat itu, saya melihat satu kelompok datang menggunakan motor. Tidak lama setelah itu, teman-temannya datang lebih dari dua orang. Namun, setiba di lokasi kejadian, datang lagi kelompok dari ormas lain sambil menggunakan atribut,” jelas Ahmad kepada Radar Sukabumi.

Saat kedua kelompok ormas itu berhadapan, sambung Ahmad, mereka langsung cek cok adu mulut hingga berujung pada perkelahian. “Waktu itu, saya melihat mereka membawa golok dan bambu kuning. Iya, pertama datang satu-satu terus tambah banyak. Kayanya sudah direncanakan,” ujarnya.

Setelah perekelahian itu, ratusan anggota dari BPPKB langsung berkumpul di lokasi perbatasan Sukabumi-Cianjur. Ratusan petugas gabungan berseragam dengan senjata lengkap langsung meredam dan menahan massa agar tidak memasuki area Paguron Sapu Jagat.

“Namun, pada Sabtu (25/1) sekira pukul 03.30 WIB, massa ini menerobos masuk dan menduduki jalan nasional. Iya, kalau tidak ada petugas gabungan besar kemungkinan massa ini akan kembali bentrok. Karena, massa dari BPPK sudah berada sekitar 200 meter dari lokasi tempat perkumpulan Paguron Sapu Jagat,” katanya.

Bahkan akibat bentrokan itu, arus lalu lintas di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur sempat lumpuh total sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 07.30 WIB. Massa yang berusaha menerobos masuk ke area paguron Sapu Jagat, berhasil ditahan petugas gabungan dari Brimob, Polres Sukabumi Kota, Polres Sukabumi, Polres Cianjur, Polres Kabupaten Bogor, Batalyon 310 Kidang Kecana (KK) dan lainnya.

Massa yang hendak menerobos itu, saling lempar batu dan membawa senjata tajam. Beruntung, aksi tersebut berhasil diredam saat Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mendatangi lokasi bentrok massa pada pukul 06.40 WIB.

Saat Kapolda Jabar tiba di lokasi bentrokan, ia langsung menyambangi massa dari Paguron Sapu Jagat. “Saya minta kepada kalian untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kalian tinggal disini dan jaga paguron serta jangan melakukan pergerakan apapun.

Saya akan melakukan komunikasi dan membubarkan massa yang datang dari luar,” jelas Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat berada di atas mobil sambil menenangkan massa dari Paguron Sapu Jagat.

Setelah melakukan komunikasi dengan massa dari Paguron Sapu Jagat, akhirnya ia langsung menyambangi ke lokasi massa BPPKB yang menutup jalur utama Jalan Raya Sukabumi-Cianjur. “Saya harap kalian segera membubarkan diri dan menyerahkan serta mempercayakan semua persolannya kepada Polisi. Kasian warga tidak bisa beraktivitas bila jalan ini ditutup seperti ini,” pintanya.

Saat Kapolda Jawa Barat melakukan komunikasi dengan massa dari BPPKB, mereka berteriak meminta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap angggotanya. “Kami berjanji akan segera menangkap pelaku secepatnya. Apapun hasilnya nanti, saya harap kerjasamanya agar dapat menaati dan menghargai hukum yang berlaku,” papar Rudy.(den)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button