SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Kementerian Desa PDTT, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kesehatan, dan Program Keluarga SIGAP menggelar Lokakarya Keberlanjutan Program SIGAP di tingkat kecamatan dan desa wilayah Palabuhanratu, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 285 kepala desa. Fokus utama lokakarya adalah memperkuat integrasi Program SIGAP dalam perencanaan dan penganggaran desa, khususnya untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi.
Team Leader Program SIGAP, Ardi Prastowo, menjelaskan bahwa SIGAP merupakan kampanye perubahan perilaku yang menitikberatkan pada tiga pilar utama: imunisasi rutin lengkap, cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta pemberian makanan bergizi dan camilan sehat.
“Program ini menyasar keluarga dengan anak usia 0–24 bulan melalui pelatihan kader, kunjungan rumah, kelas ibu baduta, serta media interaktif seperti poster, alat permainan edukatif, dan media sosial,” jelas Ardi.
Sejak uji coba pada 2023, SIGAP telah dikembangkan secara nasional pada 2025 di tiga wilayah: Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah), dan Banjar (Kalimantan Selatan). Di Sukabumi sendiri, hingga Oktober 2025, program ini telah menjangkau 53.456 baduta di 285 desa, melibatkan 3.876 kader dari 2.670 posyandu, dengan lebih dari 52 ribu kunjungan rumah dan 2.963 kelas ibu baduta.
Nuwirman, Penasihat Advokasi Program SIGAP sekaligus fasilitator utama lokakarya, menegaskan bahwa SIGAP bukan sekadar program, melainkan gerakan masyarakat yang berdampak langsung.






