FeaturedKABUPATEN SUKABUMI

Mengintip Aktifitas Pengrajin Caping di Jampang Tengah

Kondisi Masih Bertahan Meski Terkendala Modal

Kampung Cirambutan, RT 9/2, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, merupakan kampung penghasil aneka kerajinan Caping anyaman bambu (topi petani red). Kerajinan caping bambu ini, telah diproduksi secara rumahan oleh masyarakat di kampung tersebut.

Laporan : Dendi Koswara Sukabumi

Ketua Kelompok Pengrajin Tudung Bambu Desa Panumbangan, Misbah mengatakan, kerajinan tudung bambu ini, telah geluti oleh puluhan warga di Kampung Cirambutan sejak puluhan tahun silam dan sudah menjadi turun temurun.

“Kerajinan ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang masyarakat di kampung ini, untuk menambah penghasilan keluarga,” kata Misbah kepada Radar Sukabumi, (7/1).

Menurut Misbah, industri rumahan kerajinan tudung bambu tersebut, telah mampu menciptakan kemandirian desa, karena selain sektor pertanian, hampir 75 persen masyarakat di Kampung Cirambutan menggantungkan kehidupannya pada kerajian anyaman bambu tersebut.

“Bahan baku bambu juga didapatkan tak jauh dari kebun yang ada di wilayah Desa Panumbangan,” ujarnya.

Setiap harinya, sambung Misbah, di sela-sela kesibukan mengurus rumah tangga, ibu-ibu di Kampung Cirambutan ini, disibukkan menganyam bambu dengan berbagai model anyaman. Sementara, kaum lelaki bertugas mengambil bambu dari kebun untuk dibentuk menjadi lembaran anyaman tudung.

“Kerajinan tudung bambu ini, sudah menjadi sumber penghidupan bagi warga di kampung ini. Dalam sebulannya, ribuan tudung hasil kerajinan warga disini telah di jual ke sejumlah pasar lokal yang ada di Sukabumi maupun luar daerah. Iya, kalau omset per orang bisa mencapai sekitar Rp1 juta perbulannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Panumbangan, Lalan Jaelani mengatakan, kerajinan tudung yang dilakukan oleh puluhan warga di Kampung Cirambutan tersebut, merupakan kerajinan berbasis masyarakat yang harus dipertahankan dan dikembangkan.

“Karena selain memiliki potensi ekonomi yang sangat besar bagi kemandirian masyarakat desa, juga dapat menjadi agen dalam mempertahankan produk-produk yang ramah lingkungan,” katanya.

Untuk itu, pemerintah Desa Panumbangan akan berupaya maksimal akan menjalin kerjasama dengan pemerintah Kecamatan Jampangtengah dan dinas terkait untuk mengembangkan kerajinan tudung bambu tersebut.

“Selain itu, kami juga berencana akan memberikan bantuan untuk modal usaha kepada pengrajin ini melalui BUMDes. Nanti anggaranya kita alokasi dari ADD maupun DD,” pungkasnya. (*/d)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *