Belajar di Gubuk Reyot pun Jadi, MD Awaliyah Nurul Huda Nyaris Ambruk

  • Whatsapp
Siswa Madrasah Diniyah (MD) Awaliyah Nurul Huda di Kampung Mariyuk, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam ruangan kelas yang nyaris ambruk.

SUKABUMI – Nasib pendidikan di pelosok wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi nyaris seolah tak tersentuh bantuan pemerintah.

Buktinya, sudah 10 tahun lebih kondisi bangunan Madrasah Diniyah (MD) Awaliyah Nurul Huda yang berada di Kampung Mariyuk, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, kodisinya begitu mengkhawatirkan.

Bacaan Lainnya

Ada tiga lokal kelas tak kunjung diperbaiki. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah rapuh, gentingnya bocor, kayu penyangganya lapuk, lantainya rusak dan lainnya. Tak pelak, kondisi ini mengancam keselamatan siswa dan guru.

Sebab, ketiga lokal kelas tersebut sampai saat ini terpaksa masih dipergunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Seorang pengajar MD Awaliyah Nurul Huda, Bainudin (45) mengatakan, kondisi tiga lokal kelas tersebut sudah mengalami kerusakan di bagian atap dan gentingnya sejak 10 tahun lalu. Bila hujan tiba, air hujan kerap memasuki ruangan kelas. Sehingga menghambat proses KBM siswa.

“Mau tidak menghambat proses KBM gimana, atapnya juga sering bocor. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, atap bangunan ruang kelas yang nyaris ambruk itu, kami topang menggunakan tiang dari bambu dan kayu,” jelas Bainudin kepada Radar Sukabumi, Kamis (30/1).

Menurutnya, pihak sekolah telah berupaya maksimal untuk memperbaiki sekolah yang nyaris ambruk itu. Seperti mengajukan proposal kepada instansi terkait.

Namun, entah alasan apa hingga saat ini tiga lokal kelas yang diisi oleh 70 siswa itu, belum juga diperbaiki.

“Harus bagaimana lagi kami pun tak dapat berbuat banyak selain menunggu bantuanpemerintah yang belum juga ada,” ujar Bainudin.

Tidak dipungkiri rasa was-was muncul ketika KBM dilaksanakan. Bagaimana tidak, kelas itu jelas-jelas hampir ambruk. Apalagi ketika ada hujan lebat atau angin kencang. “Apalagi saat ini memasuki musim hujan, jelas kami dan para siswa sangat khwatir dan belajar pun tidak pokus,” imbuhnya.

Meski bantuan pemerintah belum juga datang. Namun, pihak sekolah sering kali berusaha melakukan swadaya dengan masyarakat untuk rehab ringan. “Itu pun tidak cukup sebab, tiga kelas tersebut memang kondisinya sudah rusak berat,” pungkasnya. (den/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *