JAWA BARATKABUPATEN SUKABUMI

Tokoh Nasional Bakal Lantik MD KAHMI Sukabumi

SUKABUMI – Untuk memperkokohkan peran Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di daerah Sukabumi dalam upaya percepatan pembangunan, sejumlah pengurus MD KAHMI Sukabumi bakal dilantik pada Rabu, 2 September 2020 mendatang. Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps KAHMI Sukabumi priode 2020-2025, Ade Dasep Zaenal Abidin mengatakan bahwa ada 100 lebih alumni menjadi pengurus yang direncanakan akan dilantik.

“Rencananya pelantikan akan digelar di Hotel Agusta Cikukulu. Ada 100 pengurus yang akan dilantik,” jelas Ade Dasep kepada Radar Sukabumi, kemarin (14/07).

Dengan mengusung tema ‘Mengokohkan peran MD KAHMI Sukabumi dalam Peceptan Pembangunan Sukabumi menuju Masyarakat Adil Makmur yang diridhoi Allah SWT’, diharapkan peran KAHMI kedepan untuk pembangunan di Sukabumi khususnya di Kota dan Kabupaten Sukabumi bisa terasa.

“Untuk pelantikan akan dilakukan oleh Koordinator Majelis Wilayah KAHMI Jawa Barat, Rakanda Dedi Mulyadi yang juga sebagai anggota DPR RI Fraksi Golkar,” terangnya.

Tak hanya pelantikan, tetapi dalam kegiatan itu akan dibarengi dengan santunan anak yatim piatu yang belum Aqil Baligh. Juga ada seminar nasional yang direncanakan akan dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional seperti Akbar Tanjung yang merupakan politikus senior di Indonesia, Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden era SBY dan Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI) dan Anggota DPR RI Komisi IV, Dedi Mulyadi.

“Ya rencana banyak tokoh yang hadir dan akan mengadakan seminar nasional,” cetusnya.

Menurutnya, kedepan KAHMI akan berperan aktif dalam pembangunan serta mendukung program dari pemerintah daerah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Dengan membawa semangat persatuan dan kesatuan dalam semangat ke-Islaman dan semangat kebangsaan, tentunya diharapkan dengan hadirnya KAHMI bisa menjadi miniatur umat islam Indonesia yang beragam pemikiran dan afiliasi politiknya. Sehingga, sangat penting menjaga semangat persatuan umat Islam juga persatuan kebangsaan.

“Kondisi kebangsaan yang terpolarisasi berpotensi menjadi ancaman bagi bangsa untuk terpecah karena ketidakpuasan atau terpengaruh oleh opini atau isu yang berkembang dalam kontestasi politik tahun ini. Semoga kita dapat menahan diri,” harap Ade Dasep.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa tantangan KAHMI kian besar. Semoga dengan sudah ada terbentuknya kepengurusan, ada gagasan besar untuk pembanguna di daerah. “Tantangan terbesar bagaimana menyatukan persepsi dalam perbedaan untuk kemajuan dan pembanguan daerah dengan semangat kebersaman dan persatuan,” tukasnya. (hnd)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button