Warga Citeureup Diminta Waspadai Penyakit Musim Pancaroba

  • Whatsapp
dokter Nining Sunengsih
Kepala UPT Puskesmas Citeureup dokter Nining Sunengsih mengimbau warga agar mewaspadai penyakit musim pancaroba.

CITEUREUPSelain banjir dan longsor, warga Kabupaten Bogor juga diminta waspada akan penyakit musim pancaroba.

Ya, penyakit musim pancaroba memang terjadi secara musiman. Sering terjadi saat peralihan musim yang ditandai oleh keadaan udara yang tidak menentu. Angin kencang curah hujan tinggi, yang diselingi dengan panas terik matahari.

Bacaan Lainnya

Kepala UPT Puskesmas Citeureup dokter Nining Sunengsih mengatakan ada beberapa penyakit yang biasanya muncul saat musim pancaroba.

Dokter Nining mengatakan penyakit musim pancaroba terjadi dibarengi dengan berbagai virus maupun bakteri yang menyebar.

“Contoh penyakit musim pancaroba ialah demam berdarah (DBD), ISPA, flu, diare, tifus,” katanya kepada Radar Bogor Senin (22/11/2021).

dokter Nining memaparkan, saat ini ada dua warga Citeureup yang terjangkit DBD. “Iya bulan November ini ada dua warga yang terjangkit DBD,”katanya kepada Radar Bogor.

Selain itu paling sering menyerang saat musim pancaroba adalah Influenza.

Influenza ini merupakan penyakit musim pancaroba yang kerap kali terjadi. Ketika musim pancaroba berlangsung, virus influenza tidak hanya menyerang orang dewasa, anak-anak pun mudah terkena.

Komplikasi dapat terjadi pada bayi berusia dua tahun atau kurang dan mereka yang berusia lanjut.

dokter Nining pun menyarankan, Jika terlanjur terkena influenza, upaya penyembuhannya ialah harus beristirahat dan minum air putih yang banyak.

“Agar flu cepat mereda. Jika sakit tak sembuh, segera konsultasikan ke dokter untuk diberikan obat antivirus,” tuturnya.

Selain itu, warga pun diminta untuk menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi serta istirahat cukup.

Juga tidak lupa menjalankan prokes (protokol kesehatan) dengan menggunakan masker dua lapis. Serta menjaga jarak dan tidak berkerumun. “Mengingat saat ini masih dalam keadaan Pandemi Covid 19,”tukasnya. (all)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *