Tiga Pasar di Kota Bogor Mulai Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi 

  • Whatsapp
Aplikasi PeduliLindungi
Aplikasi PeduliLindungi

BOGORPasar-pasar tradisional di Kota Bogor mulai menerapkan aplikasi PeduliLindungi pekan ini. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan diujicobakan di tiga pasar yakni Pasar Plaza Bogor, Pasar Blok AB dan Pasar Blok FG.

Direktur Utama (Dirut) PPPJ Muzakkir mengatakan, akan memulai penerapan protokol kesehatan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional. Rencananya, Kota Bogor baru akan menerapkan kebijakan tersebut pada pekan ini.

Bacaan Lainnya

“Rencananya pekan ini uji coba aplikasi PeduliLindungi di tiga pasar, yakni Pasar Plaza Bogor, Blok AB dan Blok FG,” kata Muzakiir, Minggu (26/9/2021).

Meski penerapan aplikasi PeduliLindungi mulai diujicobakan pada pekan ini, dirinya meminta kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan kelonggaran, termasuk sosialisasi terlebih dahulu.

“Saya minta jangan terlalu saklek seperti di mall yang di tolak masuk, yang kita butuhkan edukasi dulu kepada mereka,” tegasnya.

Muzakiir menyebut, penerapan aplikasi PeduliLindungi itu memang bertujuan untuk memastikan pasar tradisional memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dari penularan Covid-19 sehingga dapat menggerakan ekonomi.

Namun ada permasalahan lain yang harus diperhatikan, di antaranya pengunjung pasar dan pedagang pasar belum tentu memiliki smart phone, serta kemampuan handphone mereka yang belum tentu bisa menyimpan foto.

“HP-nya masih jadul, ini harus jadi pertimbangan. Kita berikan edukasi, besok-besok ke pasar bawa ya,” ucapnya.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor itu mengatakan jika pengunjung pasar atau pedagang cukup menunjukan bukti sudah menjalani vaksinasi Covid-19 saja.

“Hal itu masih ditolerir, agar bisa masuk pasar, dan akhirnya timbul kesadaran yang belum vaksin mau melakukan vaksin,” ucapnya.

“Penerapan aplikasi PeduliLindungi ini berlaku untuk pedagagang dan pengunjung, tapi kan masyarakat yang tidak punya HP tidak bisa masuk? kan gak bisa gitu,” sambungnya.

Muzakiir juga mengaku dari total 9.000 pedagang yang berada di bawa Perumda PPJ, 80 persen sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Namun, jika bicara Kabupaten Bogor baru mencapai 30 persen warga yang menjalani vaksin.

“Kita juga belum aman, dan gak mungkin Jabodetabek turun ke level 2 sebelum bantu daerah yang rendah capaian vaksinasinya,” tukasnya.(ded)

Editor : Yosep

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *