BOGOR

Terjerat OTT, Pejabat Teras Pemkab Bogor ‘Diseret’ Saat Sedang Kerja

BOGOR, RADARSUKABUMI.com – Seorang pejabat teras dan empat orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor diduga terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satreskrim Polres Bogor. Mereka digelandang disaat waktu kerja.

Ya, Iriyanto namanya. Kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), ia digelandang ke Mako Polres Bogor, Selasa (3/3).

Sejak siang, penyidik Satreskrim Polres Bogor menggeledah kantor yang dipimpin kepala dinas, Juanda itu. Sekitar pukul 16:30 WIB, penyidik membawa beberapa kardus berkas berwarna coklat, serta menggiring Iriyanto yang masing mengenakan seragam PNS-nya ke mobil penyidik.

Iriyanto ditengarai tidak diboyong sendiri, ada tiga sampai empat orang berpakaian non PNS yang juga ikut dibawa oleh Satreskrim Polres Bogor.

Sempat melemparkan senyum kepada awak media saat hendak masuk ruang penyidikan, ia hanya mengucapkan salam singkat dan tidak mengucapkan sepatah kata pun soal kasus ini.

“Assalamualaikum semua,” singkatnya.

Hingga pukul 20:00 WIB, penyidik masih memeriksa Iriyanto dkk. Kepada wartawan, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Bogor Kompol Benny Cahyadi menuturkan, beberapa orang yang digelandang ke Mako Polres Bogor bakal diperiksa nonstop hingga hari ini (4/3).

Ia pun enggan membeberkan lebih lanjut detil tentang kasus dugaan OTT yang melibatkan pejabat Pemkab Bogor ini.

“Kasusnya apa ya nanti, ini masih berjalan,” katanya

Namun, ia memastikan kasus ini bakal terus berkembang. Artinya, sangat terbuka peluang bagi pejabat atau PNS lain yang juga bakal tersangkut kasus uang sama.

“Karena ini masih berkembang terus, karena masih ada yang lain juga (yang bakal dipanggil). Yang jelas yang sekarang diperiksa, sampai besok (hari ini, red), mereka di BAP nginap disini. Sembari menunggu lawyer-nya mereka lah,” ucapnya.

Ia juga belum bisa memastikan, adanya pejabat atau PNS lain yang bakal tersangkut, dari dinas yang sama ataupun dinas lain di lingkungan pemkab Bogor. Termasuk kemungkinan adanya pemanggilan dari non-PNS.

“Nanti kita lihat. Yang kita panggil sekarang juga kan jumlahnya bisa bertambah, bisa saja malam atau besok pagi nambah lagi. Yang jelas kita masih proses, semua kita akurkan. Bsok (hari ini, red) penjelasan langsung diberikan Kapolres,” tegas Benny.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi kinerja Polres Bogor dalam mengungkap kasus di tubuh Pemkab Bogor. Meskipun, ia juga belum mengetahui apa duduk perkara yang disangkakakan.

“Apresiasi, karena hukum memang harus ditegakan,” tuntasnya

Menanggapi OPD rekan kerjanya diperiksa dan diduga OTT korupsi, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengaku kaget mendengar adanya pejabat pemkab yang diperiksa oleh kepolisian karena disinyalir OTT.

Namun, ia enggan memberi komentar lebih lanjut sebelum ada rilis resmi dari pihak kepolisian, agar jelas dan terang benderang dulu kasus yang membelit pejabat di DPKPP itu.

“Kita sih tunggu hasil rilis pihak kepolisian dulu,” tuturnya.

Yang jelas, munculnya kasus ini memang sedikit banyak mencoreng muka Kabupaten Bogor. Ia sendiri mengakui komisi III bakal memperketat semua pekerjaan dari dinas yang jadi partner kerja Komisi III, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Bakal memperketat semua pekerjaan yang ada di dinas partner kerja komisi III, ya jelas jangan sampa ada kejadian seperti itu lagi,” papar politisi Gerindra itu.

Sastra menambahkan, dia juga belum mendengar apapun atau bocoran kaitan kasus yang membelit sekdis DPKPP itu. Ia pun menyerahkan sepenuhnya ke ranah hukum oleh Satreskrim Polres Bogor.

“Belum ada, saya belum tahu itu apa. Yang jelas Besok (hari ini, red) kita tunggu ya hasil pemeriksaannya,” pungkas Sastra. (ryn/c/mam/izo/rs)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button