Larang Mudik Tak Ada Ganjil-Genap, Sehari 322 Kendaraan Diputar Balik di Kota Bogor

  • Whatsapp
Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan terkait pemberlakukan ganjil genap yang bakal diberlakukan sore ini. Foto Humas Pemkot Bogor

BOGOR – Hari kedua penyekatan arus mudik kembali menjaring kendaraan-kendaraan yang akan masuk ke Kota Bogor. Sebanyak 322 kendaraan terpaksa diputar balik, Jumat (7/5/2021).

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, penyekatan tetap berlaku di enam titik Kota Bogor. Pelarangan mudik untuk wilayah aglomerasi Jabodetabek tak banyak berpengaruh terhadap mekanisme penyekatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Ia mengakui, penghadangan di enam sekat itu hanya menerjunkan sekira 1200 petugas. Selebihnya, pihaknya fokus memperkuat PPKM Mikro, tanpa menambah titik sekat.

“Jadi kita tidak lagi menerapkan Ganjil-Genap. Kita akan fokus penyekatan saja. Kita akan perkuat pengaturan di tingkat pusat perbelanjaan, seperti Kebon Kembang, Suryakencana, dan sebagainya,” terangnya, Jumat (7/5).

Kepolisian juga masih punya tim Crowd Free Road yang akan melakukan penutupan-penutupan di pusat perbelanjaan jika ada kepasatan. Oleh karena itu, tak perlu melakukan lagi Ganjil-Genap di masa-masa kritis menjelang lebaran atau hari raya Idulfitri.

“Dimensi kesehatan dan dimensi ekonomi harus tetap sama-sama kita perhitungkan. Kami juga akan menunggu perkembangan turunan dari putusan-putusan Satgas Covid-19. Bisa saja nanti ada aturan-aturan baru dari pemerintah pusat yang akan kita aplikasikan di wilayah Kota Bogor,” pungkasnya.

“Kami di enam titik itu tetap akan melakukan pemeriksaan. Apa yang diperiksa? Alasan mereka masuk di Kota Bogor, apakah itu mendesak, pekerjaan, tugas, kedukaan, sakit, hamil, dan sebagainya,” ungkapnya.

Petugas gabungan berhasil memeriksa sebanyak 1125 kendaraan. Hanya 803 kendaraan diantaranya yang diizinkan melintas karena memiliki dokumen lengkap. Sisanya, harus memutar arah.

“Warga Kota Bogor tidak usah khawatir dengan penghadangan ini adalah untuk mencegah orang masuk ke Kota Bogor. Kalaupun lolos, nanti ada lagi yang melakukan pemeriksaan di titik-titik tujuan rumah,” tandasnya. (mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *