Kisruh Yayasan Sekolah At Taufiq Korbankan Siswa, Bima Arya : Keterlaluan!

  • Whatsapp
Wali Kota Bima Arya
Wali Kota Bima Arya mengomentari soal kisruh Yayasan Sekolah At Taufiq.

BOGORKisruh internal di Yayasan Sekolah At Taufiq membuat Wali Kota Bogor Bima Arya naik pitam. Bima menilai konflik internal tersebut sudah berdampak pada anak-anak didik yang belajar di sekolah tersebut.

“Ini saya kira keterlaluan kalau anak-anak dikorbankan karena kepentingan kelompok tertentu saja,” cetus Bima, Senin (25/10/2021).

Bacaan Lainnya

Bima menilai Kisruh internal di Yayasan Sekolah At Taufiq dapat mengganggu proses pembelajaran.

“Ga bisa. Ini masa depan anak-anak, di sini jadi saya kira harus ikhlas, harus legawa untuk mencari titik temu,” katanya.

“Kalo tidak pemerintah kota (Pemkot Bogor) akan bersama-sama dengan provinsi (Jabar) mengambil langkah drastis dan tegas,” sambungnya.

Melihat konflik internal Yayasan Sekolah At Taufiq yang kian memanas, Bima Arya berencana mengundang dan memfasilitasi semua pihak yang berkonflik, termasuk perwakilan orang tua, dan komite sekolah untuk mencari titik tengah. “Satu atau dua hari ini akan ada pertemuan,” tukasnya.

Sementara itu, kisruh internal di Yayasan Sekolah At Taufiq kembali memanas. Dampaknya, sejumlah kebijakan menjadi tumpan tindih dan membuat orang tua siswa resah.

Sebut saja pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMP, yang terpaksa dihentikan demi meminimalisasi meluasnya konflik.

Para wali murid kemudian meluapkan kekecewaan melalui media sosial (medsos). Mereka memberondong akun medsos sekolah tersebut.

“Kami selaku orang tua murid jangan dibuat untuk memilih kubu. Perselihan harus diselesaikan secara internal, jangan claim legal dan si B illegal. Kami menyekolah kan anak kami di Sekolah At Taufiq karena ingin disamping pendi dikan formal juga mendapatkan pendidikan agama yang bagus,” cecar akun dari salah sayu orang tua murid @q_rasacafe.

Sementara orang tua lainnya meminta agar anak-anak tidsk dikorbankan. Pasalnya, dualisme itu berdampak terhadap banyakhal. Diantara nya dua link online yang berbeda,wali kelas, guru-guru, hingga kepala sekolah yang berbeda beda.

“Pihak yayasan yang berkonflik tidak memikirkan psikis anak-anak. Sudah berapa banyak anak yang akhirnya keluar karena konflik terjadi di tengah pembelajaran. Padahal biaya yang masuk sudah besar dan kemungkinan kecil untuk bisa ditarik kembali,” tandas akun lainnya, @preloved_aleeta.

Orang tua lainnya, Kuswoyo bahkan tak segan-segan memin ta Wali Kota Bogor untuk segera turun tangan. Ia kadung resah dengan permasalahan yang kembali membelit sekolah anaknya itu. MenurutnSa, konflik internal itu justru mengorbankan para orang tua dan anak-anak.

Lantaran mereka juga harus memilih di antara dualisme kepemimpinan yayasan tersebut.

“Minta tolong dibantu mediasi dan mencari solusi atas perebutan kekuasaan di sekolah At-Taufiq yang makin lama makin menghawatirkan. Perselisihan para pengurus yayasan sangat meresahkan anak-anak murid dan orang tua, apalagi sudah mulai anarkis,” melalui kolom komen tar akun media sosial (medsos) milik Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Orang tua merasa kelimpungan dengan kondisi itu. Takpelak, sejumlah orang tua mulai berpikir mengeluarkan anaknya agar tak terseret arus konflik. (ded)

Editor : Yosep

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *