BOGOR

Kepsek Berbondong-bondong Lepaskan Jabatan, Alasannya Menyayat Hati

RADARSUKABUMI.com – Jabatan Kepala Sekolah sedianya menjadi sebuah jabatan yang didambakan bagi seorang guru. Selain dianggap sangat bergengsi, jabatan Kasek juga kerap menjadi harapan yang dinantikan. Salah satunya yakni karier dan tarap hidup yang akan dipandang cerah dan tentunya kehidupannyapun akan berubah.

Namun, dambaan untuk menjadi seorang Kasek itu nampaknya sudah tidak lagi menjadi impian menarik bagi para guru. Bahkan beberapa Kasek yang saat ini sedang menjabatpun dikabarkan siap menaggalkan jabatannya. Alasannya, karena selain tanggungjawabnya yang sangat berat, tunjangan jabatannyapun sangat tidak sesuai.

“Hanya berkisar Rp570 ribu perbulan dan beda tipis dengan tunjangan para guru,” kata Kasek SMP Negeri 1 Kota Bogor, Sri Sugiarti.

Menurut, Sri, keinginan para Kasek untuk menanggalkan jabatannya itu dikarenakan selain banyaknya tugas dan pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan, juga tunjangan jabatannyapun sangat tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Maka dari itu, sebagaina para Kasek mungkin lebih memilih mejadi pengawas saja atau bahkan lebih nyaman tetap jadi guru biasa.

“Mungkin juga mereka siap meletakkan jabatannya sebagai kepala sekolah, karena memang tunjangannya tidak sesuai dengan pekerjaannya. Makanya, mereka lebih memilih meninggalkan jabatannya, apalagi kalau mereka punya usaha atau jabatan suaminya yang lebih tinggi, sehingga jabatan Kasek dianggap tidak ada apa-apanya,” ungkap Sri yang kerap disapa Ajeng ini.

Hal senada diungkapkan Kasek SDN Cimahpar 2, Oyo Caryo. Ia memiliki keinginan yang sama untuk segera menanggalkan jabatannya sebagai Kasek. Menurut Oyo, dirinya terpaksa harus tetap menjabat Kasek karena pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tinggal beberapa bulan lagi, memasuki pensiun.

Loading...

“Sebenarnya saya sudah ingin meletakkan jabatan saya sebagai Kepala Sekolah dari dulu, tetapi mengingat pengabdian saya sebagai PNS tinggal beberapa bulan lagi memasuki pensiun, terpaksa saya tunggu sampai pensiun saja,” katanya.

Pun seperti yang dialami Kasek SDN Tajur 1 Kota Bogor, Ocid. Dirinya mengeluhkan jabatannya sebagai kepala sekolah yang ternyata banyak tuntutan pekerjaannya yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kalau boleh melepaskan jabatan besok, saya letakkan jabatan saya sebagai Kepala SD. tetapi karena tidak semudah itu, ya, terpaksa saya bertahan dengan jabatan saya ini. Atau bila perlu saya siap pensiun dini,” ujarnya. (mtr/izo/rs)

Tags

One Comment

  1. Betul sekali, tunjangan dan tanggung jawab tidak berimbang bahkan sering tombok/membantu biaya tambahan demi lancarnya program dan sering tersandera oleh kebijakan bos yg rumit, terutama sekolah sedikit siswanya tapi tak bisa dimerger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button