Grup Musik Tradisional SMPN 1 Bogor Sabet Emas, Bima Terpukau

  • Whatsapp
Wali Kota Bima Arya
Wali Kota Bima Arya saat mencoba alat musik tradisional yang dimainkan Grup Musik Tradisional SMPN 1 Bogor.

BOGORGrup Musik Tradisional SMPN 1 Kota Bogor berhasil menyabet medali emas dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2021 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, belum lama ini.

Sebagai apresiasi karena telah mengharumkan nama Kota Bogor di kancah nasional, Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan piagam penghargaan kepada murid berprestasi Grup Musik Tradisional SMPN 1 Kota Bogor beserta pelatih dan guru pendampingnya.

Bacaan Lainnya

Mereka antara lain Arya Patih Dwideyananda, Nadya Asatiril Azizah, Aisyah Radhia Hanifah, Anastasia Aqila Ismunandar dan Faza Arkansas Arzan. Sementara pelatih dan guru pendamping atas nama Ade Suarsa serta Sri Harsini.

Dihadapan Bima Arya, Grup Musik Tradisional SMPN 1 Kota Bogor ini menunjukan penampilan terbaiknya memainkan alat musik kreasi berbahan dasar bambu, seperti gambang awi, langgir badong, bedung tunggul kawung, rampang awi dengan laras atau tangga nada pentatonik.

Tampak Bima Arya pun terpukau dengan penampilan para siswa siswi Grup Musik Tradisional SMPN 1 Kota Bogor yang membawakan tema kepahlawanan Jawa Barat, di mana mengangkat cerita Muhammad Toha dalam peristiwa Bandung lautan Api.

“Penampilan yang sangat luar biasa. Saya ingin mengundang Grup Musik Tradisional SMPN 1 Kota Bogor ini untuk manggung di acara yang sedang kami siapkan, yaitu Kota Bogor pada awal Desember menjadi tuan rumah kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Saya ingin menampilkan kebanggan kita ini, saya ingin memamerkan mereka kepada tamu-tamu dari seluruh Indonesia,” ungkap Bima Arya.

Bima Arya mengaku, sebagai Wali Kota dan juga alumni SMPN 1 Kota Bogor, dirinya bangga dan mengucapkan terimakasih karena bukan saja telah mengharumkan sekolah, tapi juga Kota Bogor dan Indonesia.

“Jadi, kita itu haus prestasi. Kita selalu ingin nama Bogor itu bergaung terus. Bukan hanya nasional, tapi internasional. Ini kreatifitas yang luar biasa.

Saya lihat anak-anak ini berani melawan mainstream, di tengah kegandrungan banyak anak muda kepada K-Pop dan western.

Tetapi mereka justru menyukai dan mendalami kesenian tradisional. Jadi, kehadiran saya juga ingin menunjukan keberpihakan dan dukungan terhadap seni Sunda di sini,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih kesenian Grup Musik Tradisional SMPN 1 Kota Bogor Ade Suarsa mengungkapkan bahwa raihan medali emas di ajang FLS2N 2021 ini merupakan buah dari hasil kerja keras anak-anak yang semangat berlatih.

“Kami berjuang selama hampir enam bulan mempersiapkan ini. Ketika anak-anak dalam situasi seperti ini mereka ingin berbuat sesuatu dalam bidang kesenian untuk mengekspresikan kemampuannya dan Alhamdulillah mulai dari tingkat kota, provinsi sampai nasional kita menjadi yang terbaik mendapatkan medali emas,” ujar Ade.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Bogor yang juga sangat konsern terhadap kesenian di Kota Bogor. “Bapak wali kota juga sangat interest terhadap bidang kesenian.

Jadi, kita berbangga punya orangtua, punya wali kota yang segala aspek diperhatikan dan menjadi sebuah prioritas.

Saya hanya pelatih, hanya mencetak anak-anak yang memiliki kemauan dan didukung tentunya oleh orangtua dan sekolah. Jadi, ada sinergi maka terjadi sebuah kekuatan dan prestasi,” terangnya.

“Potensi untuk kesenian tradisional di Bogor itu ada dan luar biasa. Ketika anak-anak mau saja berlatih, tidak harus genetika punya keturunan seniman, bisa dibuktikan ternyata mereka bisa menjadi yang terbaik. Utamanya mau berlatih dan semangat,” pungkas Ade. (ysp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *