Bupati Bogor Ajak Warga Puncak Evaluasi Ganjil Genap

  • Whatsapp
Bupati Bogor Ganjil genap

BOGORUji coba penerapan ganjil-genap di kawasan wisata Puncak, banyak mendapatkan respon keras. Dari warga setempat, terutama pelaku usaha. Karena, kondisi ini malah membuat kemacetan dititik yang baru.

“Memang kita mendapat informasi ada penolakan dari warga, dari beberapa organisasi yang menamakan Puncak Ngahiji,” kata Ade Yasin, ketika menghadiri acara Uji pancakarsa di Serbaguna DPRD, Selasa (7/9).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, bahwa respon tersebut hal yang sangat wajar terjadi. Bahkan, Pemerintah pun siap membuka ruang kepada mereka yang keberatan dengan uji coba tersebut.

“Rencananya kami akan ada pertemuan dengan mereka hari Rabu (besok-red). Kita akan membahas dan mencari solusi terbaik,” tuturnya.

Ia menambahkan, pertemuan nanti akan menjadi bahan kajian untuk kemudian diserahkan kepada kementerian terkait. Karena, pemerintah daerah hanya sebagai pelaku, keputusan tetap di tangan pusat.

“Kami pun menyadari tidak bisa terburu-buru, dan tak sembarangan memberlakukan kebijakan. Ini perlu kajian yang komprehensif agar tidak ada yang dirugikan,” tambahnya.

Senada Kapolres Bogor, AKBP Harun mengklaim, untuk ujicoba yang dilakukan pada akhir pekan lalu mulai Jumat hingga Minggu itu mampu mengurangi volume kendaraan yang masuk ke Puncak sekitar 30 persen.

“Rencananya ini dilakukan selama dua pekan sampai akhir pekan ini,” kata Harun.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Yusfitriadi menilai, bahwa program ganjil genap cara mengantisipasi overload kapasitas kendaraan di jalan raya, hanya subtansi biasa-biasa saja.

“Saya lihat ini bukan program yang luar biasa. Namun tentu saja tidak bisa selamanya ganjil genap itu dijadikan solusi untuk mengatasi kemacetan jalan raya, dan tidak permanen,” tegasnya.

Yus meminta Pemkab, harus ada solusi yang lebih permanen untuk mengurangi kemacetan jalur puncak. Misalnya jalur puncak 2 segera dipercepat pembangunannya.

“Jadi untuk pemberlakuan ganjil genap bukan solusi memutus mata rantai penularan covid-19, pengaturan ganjil genap hubungannya dengan pengaturan lalu lintas kendaran dan pengurangan kemacetan jalan raya,” pungkasnya. (Abi)

Editor: Rany

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *