Bima Arya Resmikan Alun-alun Kota Bogor, Simbol Kebersamaan Untuk Menjalin Cinta Sesama Manusia

Alun-alun Kota Bogor
Alun-alun Kota Bogor Diresmikan, Bima Arya : Simbol Kebersamaan untuk Menjalin Cinta Sesama Manusia

WALI Kota Bogor Bima Arya menyebut keberadaan Alun-alun Kota Bogor menjadi simbol bersatunya kembali Stasiun Bogor dan Taman Wilhelmina (Eks Taman Ade Irma Suryani) yang telah satu abad lebih terpisahkan.

Menurutnya pesan sejarah di Kota Bogor, Alun-alun Kota Bogor memberikan pesan harmoni.

Bacaan Lainnya

“Hari ini Insya Allah menandakan bersatunya kembali yang sudah satu abad lebih terpisah, Stasiun Kota Bogor dan Taman Wilhelmina, kita berinama menjadi Alun-alun Kota Bogor,” kata Bima Arya, Jumat (17/12/2021).

Untuk itu, dalam Sambutanya Bima Arya mengajak untuk menjaga selalu harmoni Kota Bogor. Dengan tuntasnya pembangunan Alun-alun Kota Bogor dapat dimanfaatkan untuk berolahraga, bercengkrama, dan tahun depan masyarakat dapat beribadah di Masjid Agung.

“Taman Alun alun bukan sekerdar untuk olah raga dan bercengkrama, (namun) ikhtiar kita membangun kebersamaan warga, ini ikhtiar membangun peradaban, tidak ada kota yang maju dan kuat tanpa kebersamaan,” ucapnya.

Bima Arya meyakini bangunan taman yang dibiayai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) sebesar Rp15 miliar itu akan banyak kegiatan yang maslahat bagi masyarakat, serta akan banyak kegiatan seni dan budaya.

“Insya Allah siapapun walikota dan gubernurnya akan menjadi simbol kebersamaan warga dari seluruh penjuru kota yang terus menjalin cinta sesama manusia. Bukan sekedar mempercantik kota, bukan sekedar mengintegrasikan dua elemen kota yang sudah lama tidak bersua, ini adalah ikhtiar kita karena taman adalah oksogen jiwa,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil mengatakan peresmian Alun-alun Kota Bogor menjadi keistimewaan tersendiri karena bertepatan dengan ulang tahun Wali Kota Bogor Bima Arya.

“Jadi hari ini istimewa kang Bima Arya ulang tahun sambil meresmikan alun-alun,” katanya.

Pemprov Jabar telah memberikan dana hibah kepada 27 kota/kabupaten se-Jabar untuk membangun alun-alun sebagai identitas daerah masing-masing.

Untuk penataan Alun-alun Kota Bogor, Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar. Dan Emil menilai hasil akhir pembangunan alun-alun sangat baik.

“Hasilnya sangat baik, saya kasih nilai 9 atas desain konsepnya dan pengerjaannya, tinggal dalam prosesnya dijaga,” imbuhnya.

Buatnya, Alun-Alun Kota Bogor lebih istimewa ketimbang alun-alun di daerah lain di Jawa Barat. Sebab, kata dia, Alun-Alun Kota Bogor yang dibangun di lahan eks Taman Topi punya dimensi sejarah berbeda lantaran bersebelahan dengan Stasiun Bogor yang berusia 140 tahun dan Masjid Agung.

“Ciri kota yang baik salah satunya warganya sering nongkrong di taman-taman ruang publik, menandakan kota itu aman dan nyaman.

Dengan ini menaikkan kelas Kota Bogor sebagai kota aman nyaman, dilengkapi reformasi transportasi publik yang tengah dilakukan wali Kota Bogor. Mudah-mudahan warga Kota Bogor dapat rasa bahagianya berinterasi di tempat yang sangat istimewa,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan, alun-alun Kota Bogor terdiri dari empat zona, pertama adalah zona botani dimana terdapat pedestrian dan kedepan terdapat relief-relief sejarah Kapten Muslihat.

“Zona ini kita menikmati wahana ruang terbuka hijau, menikmati tanaman dan juga bagaimana kita kembali ke masa lalu yaitu terkait dengan sejarah,” ucapnya.

Zona berikutnya adalah zona jogging track, disini merupakan area bermain dan orang olahraga serta terdpat alat fitnes.

Selain itu, terdapat mainan anak-anak serta trans informasi center (TIC). Lanjut pria yang kerap disapa Kang Emil menyebut masyarakat atau wisatawan dapat meminta berbagai informasi berkaitan dengan tempat wisata tempat, hotel, informasi kuliner di Kota Bogor.

Kemudian, zona plaza terdapat tempat podium yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memberikan suatu ekspresi, atau komunitas-komunitas bisa berkumpul di Alun-alun Kota Bogor.

“Atau mungkin tidak hanya komunitas saja, instansi-instansi yang ingin melaksanakan seremonial yang di aeral terbuka hijau. Nah itu bisa di zona plaza,” katanya.

Setelah itu masuk pada zona religi, di zona tersebut terpampang Asmaul Husna dan masyarakat bisa beristirahat sambil menunggu salat karena terintegrasi dengan Masjid Agung. (ded)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.