Bawa Sajam, Belasan Pelajar Diamankan Petugas di Empang

  • Whatsapp
Sejumlah pelajar yang diamankan
Sejumlah pelajar yang diamankan satgas di kawasan Empang, Kamis (23/9/2021).

BOGORSatgas Pelajar Kota Bogor kembali mengamankan belasan pelajar yang diduga hendak tawuran. Para pelajar tersebut diamankan saat berada di kawasan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (23/09/2021).

Dari salah satu pelajar yang diamankan kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

Bacaan Lainnya

Anggota Satgas Pelajar Kota Bogor, Martin mengatakan, Satgas Kota Bogor mengamankan 17 pelajar SMK asal Kota dan Kabupaten Bogor yang diduga hendak melakukan tawuran pada Kamis (23/9/2021).

Para pelajar ini diamankan dari beberapa titik wilayah yang ada di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Martin mengatakan, penangkapan balasan pelajar bermula saat Satgas Pelajar Kota Bogor mendapat laporan yang melihat sejumlah pelajar bergerombol di sekitaran Bondongan, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, sekitar pukul 15:10 WIB.

Dari informasi tersebut, enam personil Satgas Pelajar Kota Bogor mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan sebanyak tujuh orang pelajar SMK asal Kota Bogor.

“Dari hasil pemeriksaan, para pelajar ini diketahui janjian akan melaksanakan tawuran, tapi keburu digagalkan oleh jajaran Satgas Pelajar,” kata Martin.

“Dari ke tujuh pelajar ini kami berhasil mengamankan satu sajam jenis pedang dari salah satu motor pelajar tersebut,” sambungnya.

Saat melakukan pemeriksaan terhadap tujuh pelajar, dilanjutkan Martin, pihaknya melihat segerombol pelajar melintas di arah Bondongan. Tak butuh waktu lama, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap para pelajar tersebut.

“Sekitar menjelang magrib kita amankan lagi 10 pelajar SMK dari wilayah Tamansari. Mereka ditangkap ada yang di Bondongan, Cikaret dan arah ke BNR. Kita kejar-kejaran dengan pelaku ini,” ucap dia.

Dari hasil pemeriksaan ke 10 pelajar ini, dituturkan Martin, pihaknya tidak menemukan sajam.

Meski begitu, pihaknya mengamankan ke 10 pelajar ini digabung dengan 7 pelajar lainnya sampai perwakilan guru dari sekolah mereka menjemputnya.

“Semuanya (ke 17 pelajar) dilakukan pembinaan dan diproses oleh masing-masing sekolahnya,” imbuhnya.

Martin mengimbau agar pihak sekolah tetap waspada dan memantau anak-anak didiknya.(ded)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *