Aplikasi SiBadra Pemkot Bogor, Bikin Warga Makin Mudah Sampaikan Keluhan

  • Whatsapp
Aplikasi SiBadar
Aplikasi SiBadar

BOGORBagi warga Kota Bogor yang memiliki uneg-uneg terkait layanan publik, atau keluhan seputar Kota Bogor, kini tak perlu repot.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mengembangkan aplikasi baru bernama SiBadra (Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran).

Bacaan Lainnya

Teranyar, warga dapat mengakses layanan Sibadra cukup dengan mengakses via Whatsapp melalui nomor 0811-9600-0060.

“Ada fitur baru untuk layanan SiBadra, warga bisa melaporkan aduan hanya cukup mengirimkan melalui Whatsapp di nomor 0811-9600-0060,” kata Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat, Kamis (16/9/2021).

Rahmat mengatakan, Bogorian dapat sampaikan aduan dan saran, mulai dari pungli yang meresahkan, ada fasilitas umum yang rusak, pelanggar protokol kesehatan (prokes).

Kemudian, lampu lalulintas mati, pohon tumbang, hingga informasi penemuan anak hilang.

Fitur yang baru dilaunching awal pekan inipun, kata dia, langsung mendapatkan respon positif dari masyarakat. Rahmat mengaku jika rata-rata aduan yang masuk melalui layanan Whatsapp bisa sampai lima hingga enam aduan per hari.

“Masih antusias (layanan SiBadra), secara umun setiap hari ada tiga sampai empat laporan yang masuk melalui aplikasi,” ucapnya.

“Karena situasi pandemi kita kembangkan menggunakan Whatsapp, jadi mengetik langsung masuk ke SiBadra, dengan syarat ikuti format yang diatur SiBadra,” sambungnya.

Rahmat menjelaskan, fitur baru tersebut sebagai upaya pemerintah mempermudah layanan. Karenanya, melalui layanan pengaduan Whatsapp, warga tak perlu lagi mendownload aplikasi dan melakukan registrasi.

“Kita buat simple layanannya, tapi ketika warga melaporkan via Whatsapp otomatis ngelink ke aplikasi SiBadra,” paparnya.

Diturutkannya, sebagian besar pengaduan yakni kaitan dengan pelanggaran prokes. Sedangkan saat ini terdapat trend dinas baru yang masuk ke urutan lima besar paling banyak menerima aduan yakni Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Yang mencolok sebelum pandemi Dinkes tidak masuk lima besar, tetapi tahun 2021 masuk lima besar rata-rata menanyakan tentang vaksin. Jadi ada trend baru sampai dengan akhir Agustus,” kata Mantan Camat Bogor Utara itu.

Selain menanyakan bagaimana pendaftaran vaksin, ada juga yang mengeluhkan ganjil genap di Kota Bogor.

Rahmat memastikan, aduan yang masuk akan mendapatkan respon 2×24 jam, karena ketika melewati batas tersebut dan tak mendapatkan respon dari operator OPD yang bersangkutan.

Aplikasi tersebut akan meneruskan ke pimpinan daerah baik wali kota, wakil walikota, hingga sekretaris daerah Kota Bogor.

“Akan jadi atensi khusus ketika saat breafing bersama wali kota,” tukasnya.

Reporter: Dede
Editor: Rany

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *